Pendataan COVID-19 Dilakukan Berdasarkan KTP asal Pasien

oleh -434 views
Kiri ke kanan: Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai dr Anang S. Otoluwa, Direktur RSUD Luwuk dr Yusran Kasim dan Humas Gugus Tugas Nurmasita Datu Adam, saat sosialisasi pencegahan COVID-19 beberapa waktu lalu. [SANGALU/ Steven Pontoh]

SANGALU, Luwuk – Pemerintah melakukan beberapa perubahan dalam pengumuman pasien terpapar Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Kabupaten Banggai. Itu sesuai aturan terbaru yang diturunkan pemerintah pusat.

Humas Gugus Tugas Banggai, Nurmasita Datu Adam mengungkapkan bahwa pendataan pasien terpapar COVID-19 hanya akan dilakukan oleh Gugus Tugas pada daerah asal pasien, sesuai Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Dengan begitu, jika hasil pemeriksaan swab karyawan PT Panca Amara Utama (PAU) keluar, maka informasi tersebut akan masuk dalam pendataan COVID-19 di daerah asal pasien.

Baca juga:  LPj Bukan Syarat Utama Pencairan DD, tapi Kewajiban Kades

“Jadi kita hanya laporkan jika ada pasien yang memang ber-KTP Banggai. Kalau ada orang luar yang terpapar di Banggai maka laporannya akan masuk ke daerah asal mereka,” ungkap Nurmasita saat ditemui di Swissbelin Luwuk, Jumat (24/7).

“Jadi pelaporannya kalau yang dari PT PAU itu karena bukan warga sini maka laporannya masuk ke daerah asal,” sambungnya.

Baca jugaJenazah Masih di RSUD, Ketua SBSI: Jangan Biarkan PT PAU Jadi Klaster Baru

Nurmasita juga mengungkapkan saat ini sesuai rujukan aturan yang mereka terima (pedoman lima), tidak semua pasien dilakukan swab. Terkecuali mereka yang masuk kategori dengan perjalanan dari wilayah terpapar dan bergejala, kemudian masuk rumah sakit dan rapid test reaktif maka akan dilanjutkan ke swab.

“Kalau dulu sebelum menggunakan pedoman lima, semua yang hasil rapid test reaktif kita lanjut ke swab. Tapi sekarang tidak. Pedoman lima yang rapid test reaktif itu cukup dikarantina mandiri saja dengan pemantauan,” paparnya.

Baca juga:  Ini Delapan Peluang Investasi di Banggai

Baca jugaPenerbangan Batik Air tanpa Muatan Jenazah, MZR Dimakamkan di Kamumu?

Kemudian kalau yang bergelaja, batuk, flu dan lainnya kemudian masuk rumah sakit, maka hal itu baru dilanjutkan ke pemeriksaan swab. Ia mencontohkan salah satu karyawan PT PAU juga pernah masuk kategori pasien terkonfirmasi COVID-19.

“Kemarin kan ada satu positif dari PAU juga. Tapi dia tanpa gejala, ambil swab sebelum pedoman lima. Jadi kita arahkan untuk karantina di gedung BKPSDM, dengan pemantauan,” tutupnya.*

Baca juga:  Ombak Besar, Ratusan Perahu Nelayan di Maahas Naik ke Jalan

 

 

(van)