Pedagang Pasar Simpong Protes Pemberian Ijin Jualan di Tepi Jalan

oleh -212 views
Pedangan Pasar Simpong saat melakukan aksi protes atas pengelolaan pasar, Kamis (9/7). [SANGALU/ Jaka Setiawan]

SANGALU, Luwuk – Sejumlah pedagang Pasar Simpong, Kabupaten Banggai melakukan aksi protes terhadap pengelola pasar karena jualannya tak laku, Kamis (9/7). Itu terjadi setelah pemerintah melalui instansi terkait memberi ijin penggunaan tepi jalan sebagai area jualan pedagang lainnya.

Keluhan yang disertai aksi blokade jalan masuk Pasar Simpong ini pun memantik perhatian publik. Puluhan para penjual melakukan aksi protes buntut pemberian ijin penggunaan bahu jalan sebagai area jualan oleh oknum tertentu.

“Kami berharap segera dilakukan penertiban karena jualan kami di dalam pasar tidak laku,” terang Rapik Abdullah, salah satu pedagang.

Baca juga:  Mati Hidup Listrik PLN, Karyawan Koperasi Mitra Abadi Tewas Kesetrum

Tuntutan penertiban penjual di tepi jalan menguat setelah para pembeli jarang masuk ke dalam pasar untuk belanja sayuran dan ikan. Alhasil, mereka yang jualan dalam area pasar sepi pembeli.

Aksi protes yang ditujukan ke KUPT Pasar Simpong selaku pengelola pun memuncak hingga berbuntut blokade jalan jalur dua.

Massa aksi menuntut KUPT Pasar Simpong, Aswandi Daud segera melakukan penertiban para pedagang yang berjualan di tepi jalan. Mereka menilai, penggunaan jalan umum sebagai tempat jualan juga mengganggu arus lalu lintas.

Baca juga:  Simpan 16,5 Ton di Gudang, Kadis Ketapang Pastikan Stok Beras Aman

“Saya tidak pernah memberikan ijin pembangunan los di tepi jalan Pasar Simpong. Tapi tuntutannya akan kami teruskan ke instansi terkait,” terang Aswandi.

Aswandi juga menjelaskan terkait penggunaan area jalan, dirinya tidak tahu menahu. Sebab, Ia tak pernah memberi ijin atas penjualan di tepian jalan tersebut.

“Keluhan kalian akan saya teruskan ke instansi terkait. Yang pasti saya tidak pernah memberikan ijin penjualan di tepi jalan,” pungkasnya.

Kemudian, terkait penertiban yang dilakukan sebelumnya, Aswandi juga mengungkapkan bahwa dirinya tidak pernah menerima informasi dari Satuan Polisi Pamong Praja. Oleh karena itu, penertiban yang dilakukan beberapa waktu lalu pun Ia tak tahu menahu.*

Baca juga:  Penderita Kanker Payudara asal Toili Meninggal Dunia

 

(Omy)