Orang Tua Siswa Keluhkan Sistem Pembelajaran Daring

oleh -249 views
Ilustrasi belajar daring [SANGALU/ Infokomputer]

SANGALU, Bualemo – Proses pembelajaran berbasis virtual learning environment (VLE) yang mulai diterapkan pemerintah, menuai keluhan dari orang tua siswa di Kecamatan Bualemo.

Alasannya, penerapan proses pembelajaran semacam itu di Kecamatan Bualemo dinilai menambah kesulitan ekonomi para orang tua siswa di tengah pandemi COVID-19 saat ini.

Sebab mayoritas siswa di Kecamatan Bualemo belum memiliki handphone android. Dengan adanya sistem pembelajaran daring, maka orang tua wajib membelikan android dan pulsa data.

Baca juga:  Dewan Kesenian Banggai Kampanyekan Protokol Kesehatan lewat Teatrikal

“Yang sudah ada hp android, tidak ada masalah tapi yang belum ada kan kasian, seperti anak saya,” kata Ishak, salah satu orang tua siswa.

Sudah begitu lanjut Ishak, sudah ada hp android juga belum menjamin anak- anak dapat belajar secara maksimal. Karena mengoprasikan hp android juga harus mengunakan pulsa data yang cukup.

“Otomatis setelah anak- anak ini kita belikan hp, pikir lagi pulsa datanya. Kalau tidak hp android yang ada nanti juga tida bisa difungsikan,” keluhnya.

Baca juga:  Jaga Keamanan Ruang Isolasi, 18 Anggota TNI Jalani Rapid Test

Hal yang patut disyukuri menurutnya adalah saat ini hampir semua desa sudah terlayani jaringan internet lewat anggaran desa. Namun, jika pengguna banyak maka jaringan juga ikutan lelet. Sehingga proses belajar pun tidak berjalan baik.

“Pasti lalod (lambat loading) juga jaringannya, bagaimana mereka bisa belajar dengan baik sesuai tuntutan yang ada,” tuturnya.

Untuk itu, ia menyarankan kalau boleh polanya diarahkan ke kelompok belajar. Misalnya, di desa dibentuk beberapa kelompok. Dengan begitu, para guru mengontrolnya tingal mengunjungi kelompok- kelompok belajar yang telah dibentuk.

Baca juga:  Struktur Pengurus Ikatan Pelajar Muhammadiyah Banggai Terbentuk

“Menurut saya, ini jauh lebih efektif pola pembalajaran di tengah situasi pandemi seperti sekarang ini,” tandasnya.*

 

(wir)