KPU Banggai Siap Berlakukan Protokol Kesehatan saat Pencoblosan

oleh -22 views
Sosialisasi PKPU 19 tahun 2019 yang dilakukan KPU Banggai beberapa waktu lalu. [SANGALU/ Tommy]

SANGALU, Luwuk – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banggai menyatakan akan tetap memperhatikan protokol kesehatan dalam pelaksanaan pemilihan pada 9 Desember 2020 nanti.

Komisioner KPU Banggai, Makmur Manesa mengatakan bahwa KPU Banggai sesuai petunjuk pelaksanaan akan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Salah satunya ialah dengan melakukan pemeriksaan suhu tubuh kepada pemilih yang akan masuk ke TPS.

“Protokol Kesehatan tetap akan kita utamakan. Salah satunya dengan melakukan pemeriksaan suhu tubuh. Kami akan memisahkan para pemilih dengan suhu tubuh 37,4 kemudian menghubungi petugas Kesehatan,” paparnya dalam kegiatan Sosialisasi PKPU nomor 19 Tahun 2019 tentang perubahan atas peraturan KPU nomor 2 tahun 2017 tentang pemuktahiran data dan penyusunan daftar pemilih dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur serta, Bupati dan Wakil Bupati, Dan/atau Walikota dan Wakil Walikota tahun 2020.

Baca juga:  Ada 'Kasus Pencabulan' Dihargai Rp18 Ribu di Luwuk

Untuk mendukung itu, KPU meminta peran aktif media dan Lembaga Swadaya Masyarakat untuk membantu kinerja KPU di lapangan. Makmur menjelaskan peran media dan LSM sangat penting, oleh karena itu diharapkan partisipasinya dalam memberi pemahaman kepada masyarakat.

“Secara pribadi saya mohon maaf jika KPU masih ada kekurangan. Namun, saya berharap kawan-kawan pers dan LSM dapat membantu sosialisasi kepada masyarakat,” paparnya, Senin (27/7).

Ia menjelaskan bahwa dalam PKPU 19 tahun 2019 terkait data pemilih, saat ini mulai dilakukan tahapan pencoklitan dan pemutakhiran data pemilih. Pencoklitan sendiri, kata Makmur, adalah pendataan ulang oleh petugas PPDP dengan data yang ada. “Caranya dengan mendatangi rumah warga kemudian melakukan penyesuaian data sesuai dengan Kartu Keluarga,” ungkapnya.

Baca juga:  Sah! DPP PAN Usung 'B Heppy' di Pilkada Banggai

Terkait pasal 8 dengan DP4 bahwa KPU melakukan sinkronisasi data pemilih dengan cara menambahkan pemilih pemula. Ia juga menjelaskan bahwa masyarakkat harus memahami Ketika terdapat orang meninggal dunia dan sudah tercatat dalam DPT, maka itu diperlukan laporan dengan menunjukkan akte kematian.

Hal itu diperlukan agar Namanya dapat dicoret dari daftar pemilih, karena tanpa akte kematian, nama yang bersangkutan akan tetap muncul di DP4.

“Jadi semua mendasari data kependudukan di Disdukcapil. Oleh karena itu kepada masyarakat yang telah melakukan perubahan data agar melaporkan ke dinas terkait,” jelasnya.

Baca juga:  Lilis Megasari, Ibu Muda yang Jadi Bandar Sabu

Saat ini tahapan pencocokan dan penelitian data pemilih tengah dilakukan petugas PPDP di semua wilayah. Dengan kegiatan itu diharapkan data pemilih nantinya dapat terverifikasi dan valid pada pelaksanaan Pilkada tahun 2020.*

 

(Omy)