Hindari Transmisi Lokal, SBSI Desak PT PAU ‘Shutdown’

oleh -812 views
Ismanto Hasan, Ketua SBSI Kabupaten Banggai.

SANGALU, Luwuk – Untuk menghindari transmisi lokal Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), Ketua Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Kabupaten Banggai, Ismanto Hasan mendesak PT Panca Amara Utama untuk shutdown (menutup) sementara kegiatannya.

Ada beberapa alasan yang menurut Ismanto perlu menjadi pertimbangan pihak management perusahaan dan tim Gugus Tugas COVID-19 Banggai, salah satunya melindungi pekerja dari penyebaran virus pasca seorang diantara belasan karyawan yang sakit dinyatakan terkonfirmasi COVID-19.

“Sebagai serikat, pertimbangan kami itu. Keselamatan pekerja dan masyarakat harus diutamakan. Jadi tutup sementara aktifitas PT PAU,” kata Ismanto, Senin (27/7) dini hari via telepon.

Ia mengatakan selain desakan menutup sementara operasi PT PAU, tindakan lain yang harus segera diambil perusahaan adalah mastikan bahwa pekerjanya dalam keadaan sehat. Untuk itu, maka pemeriksaan sampel dahak secara massal wajib dilakukan.

“Kami meminta perusahaan dan gugus tugas harus secepatnya bertindak. Perusahaan harus memeriksa semua karyawan. Swab massal supaya bisa memastikan bahwa semua sehat,” pungkasnya.

Baca juga:  Legislator Malut Sisihkan Penghasilan untuk Warga Terdampak COVID-19 di Taliabu

Ismanto juga menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan rapat internal SBSI. Salah satu langkah yang akan diambil adalah menghadap ke lembaga Legislatif, untuk mengundang pihak perusahaan dan gugus tugas.

Sebab selama ini, Ia menilai pihak perusahaan maupun gugus tugas tidak transparan atas penyakit yang diderita sejumlah karyawan.

“Kami akan rapatkan dulu, jika semua bersepakat maka kami akan minta DPRD untuk lakukan hearing. Ini untuk keselamatan bersama. Baik pekerja maupun masyarakat,” imbuhnya.

Baca jugaHasil Swab, Supervisor PT PAU (Meninggal) Terkonfirmasi COVID-19

Ia menjelaskan bahwa pernah ada kesepakatan yang dibuat saat ada pertemuan bersama di DPRD Banggai. Dari beberapa poin yang ada, salah satunya perusahaan diwajibkan melakukan karantina mandiri bagi pekerja yang baru saja tiba selama 14 hari. Kemudian, mereka harus transparan dalam pelaporan kondisi karyawan.

Baca juga:  Akomodir Tuntutan Didik Cs, DPRD Siap Hearing Mantan Pengurus KNPI

“Melihat kondisi hari ini? Perusahaan tidak transparan. Maka dari itu perlu untuk dihearing,” tandasnya.

Tak hanya itu, Ismanto juga meminta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, serta pihak terkait yang membidangi pekerja agar segera mengambil sikap. Lakukan langkah-langkah untuk melindungi hak hak pekerja. Sebab, beberapa diantaranya saat ini telah diistirahatkan.

“Kalaupun nanti ditutup sementara. Hak hak para pekerja harus tetap dibayarkan perusahaan. Itu wajib jadi perhatian instansi terkait,” tegasnya.

Baca jugaStandar COVID-19, Jenazah Supervisor PT PAU Dimakamkan di TPU Bunga

Dengan adanya upaya penghentian operasi sementara oleh perusahaan, sambil melakukan langkah pemeriksaan swab. Ismanto berharap penyebaran COVID-19 di PT PAU dapat teratasi.

“Kalau pemeriksaan massal tidak dilakukan, maka PT PAU bisa saja menjadi klaster baru penyebaran korona,” paparnya.

Baca juga:  Menyeberang Tahun, Proyek Tugu Pahlawan Belum Rampung

Baca jugaJenazah Masih di RSUD, Ketua SBSI: Jangan Biarkan PT PAU Jadi Klaster Baru

Sebelumnya, Humas Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Banggai, Nurmasita Datu Adam pernah menyebutkan bahwa pihak management perusahaan amoniak itu telah berkoordinasi atas kondisi yang ada.

Dari hasil pertemuan, sebelum adanya hasil swab yang menyatakan seorang karyawan terkonfirmasi COVID-19, pihak management sudah menerapkan lock down area.

Semua pekerja dari dalam dilarang keluar area perusahaan, demikian sebaliknya. Bahkan, sejumlah pekerja lokal pun diistirahatkan. Untuk sementara waktu, mereka tidak dibolehkan masuk kerja pasca belasan karyawan dilarikan ke rumah sakit.

Meski begitu, informasi lainnya menyebutkan bahwa perusahaan tetap beroperasi dengan pengurangan jam operasi. Jika biasanya perusahaan bekerja maksimal dengan tiga ship, pasca kejadian itu hanya bekerja dengan satu ship saja.*

 

(van)