Cemari Laut Bahodopi, Pemilik Golden 11 Abaikan Panggilan Pemkab Morowali

oleh -177 views
KECELAKAAN: Inilah tongkang Golden 11 bermuatan Ore, yang mengalami kecelakaan di laut Kecamatan Bahodopi beberapa waktu lalu. [SANGALU/ Ist]

SANGALU,Morowali – Beberapa pekan lalu, dua tongkang yang bermuatan hasil bumi jenis Ore mengalami kecelakaan di perairan laut Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Akibat dari insiden ini, menimbulkan pencemaran lingkungan karena tumpahan Ore tersebut.

Sejak terjadinya insiden itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Morowali langsung membentuk team untuk melakukan investigasi guna mencari tahu kerukasan apa saja yang ditimbulkan dari tumpahan Ore tersebut.

Berdasarkan hasil investigasi dari insiden kecelakaan tongkang Golden 11 dan Marina 14 yang bermuatan Ore ini, Pemkab Morowali melayangkan surat panggilan kepada kedua pemilik tongkang tersebut.

Baca juga:  Morowali Utara Berduka, Bupati Aptripel Meninggal Dunia di Makassar

Surat panggilan yang telah ditandatangani Bupati Morowali dengan nomor 005/0724/DLHD/2020 tertanggal 17 Juli 2020 ini, berisi tentang pelaksanaan rapat pembahasan terkait pencemaran lingkungan akibat tumpahan Ore dari kedua tongkang itu.

Dalam surat panggilan dan rencana pelaksanaan rapat pada Senin 20 Juli 2020 mendatang ini, Pemkab Morowali mengundang beberapa pihak. Diantaranya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Tengah, Kepala ESDM Provinsi Sulawesi Tengah dan Ketua DPRD Kabupaten Morowali.

Baca juga:  Klinis Membaik, 7 PDP asal Masama Dipulangkan ke Rumah

Dikonfirmasi terkait surat panggilan ini, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pemkab Abd Rahman membenarkannya. Ia menyatakan surat panggilan itu terpaksa dilayangkan kepada pemilik tongkang Golden 11 dan Marina 14 ini, karena pihaknya telah melakukan pemanggilan sebanyak dua kali untuk dimintai keterangan atau klarifikasi namun tak kunjung hadir.

“Memang tidak ada yang pernah meminta terjadi kecelakaan, namun demikian dari peristiwa itu ada akibat yang ditimbulkan yaitu pencemaran dan kerusakan lingkungan khususnya di laut. Jadi otomatis pihak perusahaan wajib bertanggung jawab atas kejadian ini, maka dari itulah kemudian diundang rapat agar bisa mendapatkan solusi terbaik,”ungkap pria yang akrab disapa Rahman saat dikonfirmasi Minggu kemarin (19/7).

Menurutnya pihak perusahaan yang diundang, dalam insiden kecelakaan yang menimbulkan kerusakan lingkungan di laut tersebut, antara lain PT Marindo Jaya Sejahtera, PT Harum Bumi Mandiri, PT Tonia Mitra Sejahtera serta PT Menara Global Trans.*

Baca juga:  ODP Corona Terbanyak di Kabupaten Banggai ada di Batui

 

(aum)