Carter Pesawat Sriwijaya, PT PAU Bawa Karyawan dan Sampel Swab ke Jakarta

oleh -1.245 views
Ilustrasi [Google]

SANGALU, Luwuk – PT Panca Amara Utama (PAU) telah melakukan pengambilan sampel swab kepada 205 karyawan yang terindikasi kontak erat dengan pasien terkonfirmasi COVID-19 berinisial AG (supervisor PT PAU). Sampel itu telah diterbangkan ke Jakarta dengan pesawat carteran Sriwijaya Air dari Bandara Syukuran Aminuddin Amir Bubung.

Kabarnya, tak hanya sampel swab 205 karyawan yang diterbangkan dengan pesawat carteran bernomor penerbangan SJY5600 Jkt – Lwk tersebut. Namun, sejumlah karyawan yang diklaim pihak perusahaan telah sembuh pun diterbangkan ke daerah asalnya.

“Tujuh orang yang dirawat di RSUD, dinyatakan sembuh, dan telah dipulangkan ke daerah masing masing naik pesawat tadi sore di bandara Syukuran Amir,” kata External Relation & Manager Security PT PAU, Leonard Hutabarat sebagaimana dilansir obormotindo.co.id, Selasa (28/7).

Sebagaimana rilis Humas Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Banggai, Nurmasita Datu Adam, per 29 Juli 2020, saat ini tak ada lagi pasien yang dirawat di RSUD Luwuk. Berdasarkan data yang diumumkan, kasus suspek yang dipantau gugus tugas sebanyak 9 orang, namun semuanya melakukan isolasi mandiri di rumah. Kemudian, dari total kumulatif 23 kasus terkonfirmasi COVID-19, empat dikatakan isolasi mandiri di rumah, satu meninggal dunia dan 18 sembuh.

Baca juga:  Positif Narkoba, Polisi Berpangkat Bripka Dipecat

Jumlah 18 orang yang dinyatakan sembuh tersebut merupakan kasus lama yang terdata dari Kecamatan Nuhon, Masama, Batui, Bunta, Lamala dan Toili. Sementara empat kasus yang ada saat ini berasal dari Kecamatan Batui yang juga merupakan karyawan PT PAU.

Bandara Syukuran Aminuddin Amir Bubung, Kecamatan Luwuk Selatan, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. [SANGALU/ Ist]
Isolasi di Rumah?

Rilis Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Banggai terkait sembilan orang pasien suspek dan 4 orang pasien terkonfirmasi COVID-19 asal PT PAU yang kini dinyatakan menjalani karantina mandiri di rumah, dipertanyakan sejumlah pihak. Salah satunya muncul dari Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Kabupaten Banggai.

Ketua SBSI Kabupaten Banggai, Ismanto Hasan mengatakan perlu dipertanyakan terkait pengumuman bahwa para karyawan perusahaan amoniak yang dikategorikan suspek dan terkonfirmasi COVID-19 itu. Pasalnya, jika memang mereka karantina mandiri di rumah, maka harus jelas dikarantina di mana? Sebab ini bisa menimbulkan keresahan masyarakat sekitar.

Baca juga:  Dinas Ketapang Petakan 31 Desa Rawan Pangan di Banggai

Ismanto mengatakan seharusnya pasien terkonfirmasi (positif) wajib menjalani perawatan dengan pengawasan ketat. Namun, jika pelaksanaannya di rumah maka itu akan membahayakan keluarga pasien dan masyarakat sekitar.

“Kenapa dibiarkan karantina di rumah? Itu sama halnya membiarkan penyebaran virus ke masyarakat,” kata Ismanto, Kamis (30/7).

Itu jika benar mereka menjalani karantina mandiri di rumah dan berada di wilayah Kecamatan Batui atau Kintom. Namun, melihat pernyataan External Relation & Manager Security PT PAU, Leonard Hutabarat bahwa tujuh karyawannya dinyatakan sembuh dan diterbangkan ke Jakarta dengan pesawat carteran pun perlu dipertanyakan.

Baca juga:  Wujudkan Pemerintahan yang Transparan, Banggai Terpilih Ikuti OGP

“Pertanyaannya karyawan mana yang sudah dinyatakan sembuh itu? Jangan sampai itu karyawan yang masih sakit yang diterbangkan. Kalau sehat kenapa harus carter pesawat kan? Agak kacau juga ini informasi karena pihak perusahaan tidak terbuka,” pungkasnya.

Sikap PT PAU yang memilih membawa sampel swab ke Jakarta pun dikritiki Ismanto. Menurutnya, itu merupakan bentuk ketidakpercayaan perusahaan terhadap Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Banggai.

“Kenapa harus dibawa ke Jakarta? Kan di Palu juga ada yang bisa periksa sampel swab. Apakah hasil pemeriksaan gugus tugas di sini meragukan? Kan aneh,” tandasnya.

Sementara itu, External Relation & Manager Security PT PAU, Leonard Hutabarat saat coba dikonfirmasi terkait pernyataan ketua SBSI Banggai belum terhubung. Pun begitu dengan Novari Mursita selaku Manager CSR PT PAU.*

 

(van)