BKSDA Sulteng Dampingi GAM Luwuk Tangkap Buaya Lalong

oleh -1.503 views
Diskusi terkait upaya penangkapan buaya liar di kawasan Teluk Lalong antara GAM Luwuk, Aparat Keamanan dan BKSDA di Markas GAM, Jumat (3/7) siang. [SANGALU/ Steven Pontoh]

SANGALU, Luwuk – Upaya penangkapan buaya liar yang nyasar di Teluk Lalong, Kecamatan Luwuk mendapatkan pendampingan langsung dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tengah, Jumat (3/7).

Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan Konservasi (KPHK) Bakiriang, I Nyoman Ardika mengungkapkan pihaknya datang langsung untuk mendampingi penangkapan yang akan dilakukan penjaga kebersihan Teluk Lalong, GAM Luwuk.

Ia memaparkan bahwa buaya tersebut dari gambar yang diperoleh dipastikan adalah buaya muara. Oleh karena itu, jika nanti telah ditangkap akan dibawa ke wilayah konservasi yang ditunjuk pemerintah.

Baca juga:  Puluhan Paket Proyek Senilai Rp2,5 Miliar Belum Dibayar

“Kalau sudah ditangkap nantinya akan kita bawa ke habitatnya di kawasan konservasi Bakiriang,” kata Nyoman.

Menurutnya, buaya tersebut sejatinya memiliki habitat asli di wilayah rawa. Hanya saja, saat buaya mencari makan, satwa liar ini terbawa arus hingga sampai di Teluk Lalong.

“Ini sudah yang ketiga kalinya. Pertama di muara Sungai Biak, kemudian di Pantai Kilongan dan ini yang ketiga,” ungkapnya.

Diskusi terkait upaya penangkapan buaya liar di kawasan Teluk Lalong antara GAM Luwuk, Aparat Keamanan dan BKSDA di Markas GAM, Jumat (3/7) siang. [SANGALU/ Steven Pontoh]
Ketua GAM Luwuk, Idhin Massa dalam pertemuan persiapan penangkapan yang dihadiri Kasat Sabhara Polres Banggai, Iptu Jimyarto dan Kasat Pol PP Suwitno Abusama tersebut menjelaskan bahwa penangkapan akan menggunakan pukat yang dipinjamkan nelayan.

“Kami sudah coba pakai pancing dengan umpan ayam potong tapi lepas, kami coba pakai bebek hidup tapi gagal juga. Ini kita coba pakai pukat. Semoga bisa ditangkap,” harapnya.

Baca juga:  Vita Budi Priyanto, Sosok Kartini Kekinian

Diketahui, upaya penangkapan buaya liar ini telah dilakukan GAM Luwuk sejak 4 hari terakhir. Namun, hibgga hari ini belum membuahkan hasil. Idhin berharap, buaya liar ini dapat ditangkap dan dikembalikan ke habitat aslinya.

Alasannya, karena kawasan Teluk Lalong merupakan zona wisata kota yang harus steril dari hewan liar. Oleh karena itu meski dengan alat seadanya, upaya gotong royong dalam penangkapan buaya akan tetap dilakukan GAM Luwuk.*

(van)