Belajar Harus Punya Android, Siswa Terancam Mandek Sekolah

oleh -55 views
I Wayan Salin, warga Desa Karya Makmur Kecamatan Toili Barat. [SANGALU/ Marhum]

SANGALU, Toili Barat – Kegiatan belajar mengajar (KBM) ditengah mewabahnya Covid-19 kian terganggu demi mencegah penyebaran virus corona itu.

Sebagai bentuk antisipasi hal tersebut terjadi, proses KBM dilaksanakan secara daring dengan menggunakan smartphone berbasis android dengan maksud agar para siswa tetap memperoleh haknya sebagai peserta didik.

Namun, dengan metode belajar seperti itu sebagian orang tua/wali murid berniat menunda buah hatinya untuk melanjutkan menempuh dunia pendidikan formal, karena merasa terbebani mengadakan handphone android untuk anaknya dengan kondisi ekonomi yang pas-pasan.

Baca juga:  127 Botol Miras dan Pemilik Cafe Ilegal di Toili Barat Diamankan Polisi

Seperti yang dialami salah satu warga Desa Karya Makmur Kecamatan Toili Barat I Wayan Salin yang berniat menunda anaknya untuk masuk ke SMP N 1 Toili Barat karena siswa diharuskan memiliki handphone android.

” Mau ambil uang dimana untuk beli hp, anak saya bisa lulus dari SD saja hanya karena ada beasiswa.” ujar Wayan Salin, Sabtu (25/07/2020).

Ia memahami, ditengah mewabahnya covid-19, banyak aktivitas yang terganggu salah satunya dunia pendidikan. Namun, kondisi ekonominya yang hanya pas-pasan mengharusnya untuk mengistirahatkan anak bungsunya melanjutkan sekolah pada tingkatan menengah.

Baca juga:  Resah Penyebaran COVID-19, Warga Protes Kedatangan Pekerja JOB Tomori asal Jawa

“Biaya persiapan masuk sekolah saja sudah banyak, untuk perlengkapan baju, tas, buku dan lain-lain. Sekarang ditambah dengan harus punya hp,”tambahnya.

Ia berharap, pemerintah daerah sekiranya dapat memberikan solusi terhadap siswa yang tidak mampu untuk situasi seperti itu. Karen dirinya yakin banyak orang tua siswa yang kondisi ekonominya memprihatinkan.*

(Aum)