Terdampak COVID-19, Pendapatan ASDP Luwuk Terjun Bebas

oleh -265 views
Manager Operasional ASDP Luwuk, Nana Sutisna. [SANGALU/ Steven Pontoh]

SANGALU, Luwuk – Pandemi COVID-19 benar-benar memukul sendi perekonomian negara. Tak hanya masyarakat dan UMKM yang merasakan dampak, bahkan ASDP Luwuk sebagai bagian dari BUMN pun terdampak.

Nana Sutisnah, Manager Operasional ASDP Cabang Luwuk mengungkapkan bahwa pihaknya merugi atas dampak COVID-19. Terlebih saat pengiriman barang juga mengalami penurunan drastis.

“Pendapatan kami dari 100 persen di situasi normal kini turun jauh. Kami hanya mencapai 35 persen pendapatan pada situasi ini,” terang Nana saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (5/6).

Ia menjelaskan bahwa pendapatan ASDP sebagai jembatan penghubung antar pulau lebih banyak dari angkutan barang, sebagaimana misi ASDP. Hanya saja, situasi COVID-19 memaksa mereka harus beroperasi meski nihil pendapatan.

Baca juga:  Empat Daerah di Sulteng Masih Berstatus Zero COVID-19

“Kemarin saja kapal kami berangkat dari Pagimana hanya muat lima orang dan tiga truk. Ini sangat jauh dari pendapatan normal. Sementara biaya operasional tetap sama,” pungkasnya.

Nana juga mengungkapkan jika kondisi seperti ini terus berlanjut, maka itu akan berdampak pada karyawan outsourching yang notabene dibiayai ASDP Cabang Luwuk. Kondisi terparah adalah kesulitan ASDP dalam pembayaran gaji.

“Ya kalau terus seperti ini kemungkinan besar akan berpengaruh ke pembayaran gaji. Bisa jadi nanti akan ada karyawan outsourching yang dirumahkan karena kondisi ini,” pungkasnya.

Baca jugaKebakaran di Pelabuhan Ferry ASDP, Api Diduga Bermula dari Kapal Basarnas

Baca juga:  Aniaya Sang Pacar, Pria ini Diamankan Polsek Toili

Diketahui, ASDP Cabang Luwuk selama ini memang menjadi andalan dalam pengangkutan hasil bumi dari Kabupaten Banggai ke luar daerah, khususnya hasil pertanian seperti beras. Namun, kondisi COVID-19 saat ini membuat pemerintah Kabupaten Banggai mengeluarkan kebijakan terkait ketahanan pangan. Dimana, pemerintah tidak mengijinkan adanya beras keluar daerah.

Hal itupun diakui Nana Sutisnah. Ia mengatakan memang semenjak adanya kebijakan itu, pihak ASDP Luwuk tak lagi mengangkut beras keluar daerah. Sebagai perusahaan yang bergerak di wilayah Kabupaten Banggai, Nana mengungkapkan bahwa pihaknya harus taat juga pada kebijakan pemerintah daerah.

Baca juga:  Ramadhan dan Ujian COVID-19

“Kalau soal angkutan kami hanya mengangkut orang dan barang yang telah diperiksa tim gugus tugas COVID-19. Kalau lolos dari tim gugus tugas maka kami angkut,” paparnya.

Mantan Manager Operasional ASDP Merak ini berharap situasi COVID-19 dapat segera berakhir. Sehingga kebijakan pemerintah pun bisa mengikut normal, dan itu dapat menaikkan kembali pendapatan ASDP Luwuk yang drop dalam beberapa bulan ini.*

(van)