Taufik dan Hamdin Terdepak, Pelantikan Warek Untika Luwuk Tuai Kontroversi

oleh -78 views

SANGALU, Luwuk – Pelantikan wakil rektor Untika Luwuk periode 2020-2025, telah dilaksanakan Selasa (9/6) kemarin di ruang senat Untika dan dipimpin langsung Rektor Musdar Amir. Isnanto Bidja yang kembali menjabat wakil rektor I, serta Heny Ari Wijaya selaku wakil rektor II, diambil sumpah jabatannya.

Bukan hanya Taufik Bidullah selaku wakil rektor II Untika sebelumnya, yang digantikan Heny Ari Wijaya, mantan wakil rektor III Hamdin Husen, terdepak dalam pergantian ini. Namun lain halnya untuk posisi wakil rektor III, jabatan ini dibiarkan kosong.

Kontroversi usai pelantikan yang dilaksanakan sekitar pukul 09.30 wita kemarin itu, kemudian timbul ke permukaan. Diduga, berdasarkan sejumlah informasi dihimpun, prosesi pelantikan wakil-wakil rektor tersebut tidak sesuai dengan statuta universitas. Dikarekanan kegiatan itu tanpa melalui pertimbangan senat universitas.

Baca juga:  Listrik Padam, Signal Hilang, Jalan Putus, 4 Desa Terisolir

Berdasarkan statuta, pelantikan wakil-wakil rektor di Untika Luwuk harus melalui tahapan yang tertuang dalam statuta. Dimana, nama-nama calon wakil rektor lebih dulu diusulkan oleh rektor. Usulan tersebut selanjutnya diserahkan kepada senat.

Setelah diusulkan kepada senat, rektor selaku user menetapkan nama-nama calon wakil rektor sebagai wakil rektor atas pertimbangan senat. Setelah proses tersebut dilakukan, barulah dapat dilaksanakan pelantikan.

“Tapi, pelantikan hari ini tidak melalui proses itu. Dengan kata lain, pelantikan hari ini jelas menabrak statuta,” ujar sumber yang enggan namanya disebutkan.

Kejanggalan lainnya, lanjut sumber, juga bisa dilihat dari surat undangan pelantikan. Dalam surat undangan itu, hanya tertuang informasi terkait pelantikan jabatan wakil-wakil rektor, tanpa mencantumkan nama pejabat yang akan menduduki jabatan wakil-wakil rektor tersebut.

“Dalam surat undangan pelantikan itu jelas rancu. Seharusnya, bukan tertuang nama jabatan wakil-wakil rektor saja. Tapi juga person yang akan dilantik. Dalam hal ini, pelantikan dilaksanakan kepada person dan bukan jabatannya yang dilantik,” jelasnya.

Baca juga:  Rapid Test, 4 dari Balantak Selatan dan 1 Nuhon Reaktif

JANGAN NILAI NEGATIF

Menanggapi informasi adanya kontroversi dalam pelantikan wakil – wakilnya, rektor Untika Luwuk, Musdar Amin, angkat suara.
Dihubungi langsung kemarin via telepon, kepada Radar Sultim (SANGALU GRUP), dirinya menjelaskan bahwa penunjukkan serta pelantikan wakil-wakil rektor di Untika Luwuk, telah sesuai mekanisme yang ada dalam universitas.

“Jadi mohon tidak dinilai negatif. Semua sudah sesuai dengan mekanisme yang ada,” tegas Musdar Amin.

Para wakil-wakil rektor yang terpilih itu, kata dia, merupakan hak prerogative dirinya selaku rektor Untika, yang kemudian telah melewati pertimbangan senat universitas.

Baca juga:  Bupati Banggai Dukung Gubernur Tutup Semua Bandara di Sulteng

“Jadi semua sudah sesuai dengan statuta universitas. Untuk posisi wakil rektor III, sejauh ini memang masih dalam tahapan pertimbangan itu,” tambahnya.

Penilaian kontroversi akibat adanya keganjilan dalam surat undangan yang hanya menghadirkan para wakil rektor yang akan dilantik, Musdar Amin menerangkan bahwa hal itu dilakukan sekaitan pencegahan Covid-19.

Dimana sama dengan dirinya saat dilantik sebagai rektor Untika, beberapa waktu lalu oleh ketua yayasan, dalam hal ini Bupati Banggai. Hanya segelintir orang yang diundang atau diperkenankan hadir.

“Jika memang kemudian dianggap lain-lain lagi, namanya kekeliruan biasa terjadi. Mungkin saja biro umum kelupaan atau keliru sehingga ada pihak-pihak yang tak dikirimkan undangan. Tapi ini semua memang juga terkait pencegahan Covid,” tandas Musdar Amin. *

(jay)