Stay at Home, Angka Kehamilan Meningkat di Banggai

oleh -69 views

SANGALU, Luwuk – Selama pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) berlangsung, ternyata di kabupaten Banggai juga terjadi peningkatan angka kehamilan.

Hal itu terungkap dalam kegiatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) yang dipusatkan di Kodim 1308/LB, yang diisi dengan program Pelayanan Sejuta Akseptor KB, Senin (29/6) kemarin.

Bekerjasama antara Kodim 1308/LB – Dinas P2KB-P3A – Dinas Kesehatan- RSUD Luwuk, program pelayanan sejuta akseptor KB yang memang serentak dilaksanakan se Indonesia memperingati Harganas tahun 2020, Dandim 1308/LB Letkol Inf Fanny Pantouw membeberkan data kehamilan di daerah ini selama masa pandemi.

Baca juga:  Antisipasi COVID-19, Bupati Banggai liburkan sekolah selama dua pekan

“Di masa pendemic Covid-19 ini, himbauan stay at home telah menunjukkan data peningkatan jumlah kehamilan di berbagai daerah. Tentu saja ini sangat beresiko bagi keselamatan Ibu dan anak,” ungkap Dandim 1308/LB ke sejumlah awak media.

Meski tak secara rinci menyebutkan jumlah peningkatan kehamilan itu, Letkol Inf Fanny Pantouw menambahkan, jika keluarga perlu melakukan perencanaan soal kehamilan saat pandemi berlangsung. Karena perlu kewaspadaan tinggi mengenai kesehatan.

“Himbauan untuk tetap di rumah ini, di masa ini, sangat menyulitkan keluarga muda untuk mendapatkan pelayanan KB. Rasa kekawatiran untuk berpergian, sterilitas tempat pelayanan KB, menjadi suatu hal yang membuat keluarga baru sulit untuk mendapatkan pelayanan keluarga berencana,” kata Dandim Fanny Pantouw.

Baca juga:  Honor Tenaga Medis Masih Menunggu Anggaran Perubahan

Sehingganya, meminimalisir resistensi kesehatan bagi ibu dan anak di masa pandemic Covid-19, program Pelayanan Sejuta Akseptor KB juga dilaksanakan di kabupaten Banggai, yang dipusatkan di Makodim 1308/LB, kemarin.

“Kegiatan dilakukan dalam bentuk menggerakan Pasangan Usia Subur (PUS) untuk mendapatkan fasilitas pelayanan KB. Ini juga bertujuan membentuk keluarga kecil sesuai dengan kekuatan sosial ekonomi suatu keluarga. Dengan cara pengaturan kelahiran anak, agar kebutuhan hidup keluarga terpenuhi,” katanya.

Dandim berharap, sebagai mitra kerja dalam mensukseskan program Bangga Kencana, Pelayanan KB dilakukan sebagai upaya untuk dapat menekan angka kehamilan di daerah ini.

Baca juga:  Matangkan Persiapan Seleksi, Kodim 1308 LB Godok 357 Secaba Prajurit Karir

“Juga dapat menjadi contoh dan mempelopori usaha-usaha untuk mengatasi kesulitan rakyat sekelilingnya,” tutup Fanny Pantouw.

(jay)