Setelah Viral, Pihak RSUD Luwuk Akhirnya Gratiskan Biaya Operasi Pasien asal Bangkep

oleh -2.913 views
Yusrianti, pasien RSUD Luwuk yang diduga terlambat operasi cesar karena tak memiliki biaya masih terbaring lemah di bangsal ruang Asoka, Minggu (21/6). [SANGALU/ Jaya]

SANGALU, Luwuk – Sudah menjadi rahasia umum, kala suatu kebijakan dikeluarkan pasca kelalaian pelayanan abdi negara di Indonesia viral di media sosial. Tak terkecuali di RSUD Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, seorang pasien asal Kabupaten Banggai Kepulauan viral di media sosial facebook wilayah Kabupaten Banggai dan sekitarnya.

Dimana pasien yang terkendala biaya operasi cesar ini akhirnya terlambat tertangani hingga bayi-nya meninggal dalam kandungan di RSUD Luwuk, akhir pekan kemarin.

Pasien yang dirujuk dengan Kartu Indonesia Sehat (KIS) APBN itu, baru menyadari jaminan kesehatannya tidak berlaku setelah mendapatkan pelayanan di RSUD Luwuk. Padahal sebelumnya di Kabupaten Banggai Kepulauan kartu tersebut masih bisa digunakan.

Baca juga:  Hari ini, Festival Sastra Banggai Mulai Dilaksanakan Secara Virtual

Pelayanan operasi cesar terhadap pasien bernama Yustrina Timbil pun beberapa kali mengalami penundaan dikarenakan pihak keluarga belum bisa menyelesaikan biaya operasi meski telah didiskon.

Bahkan, pada malam dimana pasien mengalami pecah ketuban, pelayanan operasi baru dilakukan di pagi hari.

Baca jugaDiduga Terkendala Biaya Bersalin, Bayi Meninggal Sebelum Operasi Cesar

Alhasil, bayi dalam kandungan diketahui telah meninggal sebelum dibedah dokter kandungan. Keluarga pasien yang tak terima atas kejadian itu, kemudian menyampaikan unek-uneknya melalui media sosial facebook, yang kemudian menimbulkan ragam reaksi netizen.

Pelayanan RSUD Luwuk disorot. Dalam berbagai komentar, netizen menganggap pihak RSUD Luwuk lebih mengutamakan uang ketimbang nyawa pasien.

Baca jugaKepala RSUD Luwuk Sebut Keluarga Pasien Tolak Operasi, Basrin: Itu Bohong! 

Baca juga:  338 Ton Beras asal Toili Siap Berlayar ke Pulau Taliabu

Namun, Direktur RSUD Luwuk dr Yusran Kasim sempat membantah hal itu. Ia kemudian menyebutkan berdasarkan hasil investigasi ke ruangan bersalin, pasien terlambat dioperasi karena adanya penolakan yang ditandatangani suami pasien.

Namun, setelah dikonfrontir pernyataan itu, suami pasien membantahnya. Ia mengaku diminta menandatangani surat (yang katanya penundaan operasi) agar istrinya tetap dirawat. Akan tetapi, diakhir surat tersebut ternyata berisi surat penolakan operasi.

Pasca ragam reaksi netizen dan tanggapan publik terhadap dugaan kelalaian pihak rumah sakit ini, keluarga sempat menyatakan akan menempuh jalur hukum.

Baca jugaKeluarga Pasien Siap Tempuh Jalur Hukum, Ini Aturan yang Diduga Dilanggar pihak RSUD Luwuk

Baca juga:  Anwar Hafid Minta Menkes Terapkan Usulan Kebijakan Tarif BPJS

Namun, sebelum hal itu dilakukan pihak RSUD Luwuk langsung melakukan upaya persuasif, dan menyatakan menyelesaikan kasus ini secara kekeluargaan.

Pasien dibebaskan dari biaya rumah sakit dan diberikan bantuan. “Iya betul, sudah ada pertemuan dengan pihak keluarga di ruang direktur tadi,” kata dr Yusran menjawab pertanyaan soal penghapusan biaya operasi dan perawatan pasien.

Mengenai alasan memberikan gratis biaya operasi dan perawatan, menurut dr Yusran sebagai bentuk bantuan meringankan beban keluarga pasien.

Meski begitu, sejumlah legislator telah menjadwalkan hearing terhadap pihak rumah sakit yang akan dilaksanakan, Selasa 23 Juni 2020 pukul 13.00 Wita, di kantor DPRD Banggai.*

(van/omy)