Sebar Hoax soal Prostitusi, Media Abal-abal Dipolisikan Pihak Hotel

oleh -500 views

SANGALU, Luwuk – Sebuah media online abal-abal, yang memberitakan informasi hoax sebuah hotel di Toili yang lakukan bisnis prostitusi, ternyata telah dilaporkan ke polisi, pada Selasa (16/6).

Laporan ini dimasukkan pihak managemen hotel King Amir, ke Polres Banggai, dengan dugaan pencemaran nama baik melalui media online, yang terjadi pada Sabtu (13/6) lalu.

Diketahui, media abal-abal yang dimaksud (redaksi maupun legalitas lainnya tak ada) dalam pemberitaannya tanpa penelusuran jelas dan konfirmasi pihak bersangkutan, menuding langsung hotel King Amir terlibat dalam bisnis prostitusi.

Baca juga:  Duarr! Bom Rakitan Meledak, Tiga Anak Terkapar di Bangkep

Pemberitaan sepihak itupun langsung disebarkanluaskan melalui media-media sosial, dan menjadi bahan perbincangan warganet. Bahkan, banyak diantaranya tanpa menyaring kebenaran berita ini, ikut membagikan.

Dalam hukum yang berlaku di Indonesia, terkait penyalahgunaan informasi dan teknologi, permasalahan ini sudah dengan sangat jelas diatur.

Dimana dalam pasal 28 ayat 1 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik atau Undang-Undang ITE (UU ITE), menyatakan “Setiap orang dengan sengaja, dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik, dapat diancam pidana berdasarkan Pasal 45A ayat (1) UU 19/2016, yaitu dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar”.

Kini, penyidik kepolisian dari Polres Banggai tengah mengusut kasus pelanggaran UU ITE yang libatkan media abal-abal ini. Dan informasi yang diterima awak media ini, sejumlah orang yang juga turut membagikannya, segera diundang guna dimintai keterangan dalam penyelidikan. *

Baca juga:  Miliki Sabu, Buruh Pelabuhan Ditangkap Polisi

(jay)