Rendi Hidayat : Rindu Terhalang Corona

oleh -41 views
Kepala Perum Bulog Banggai, Rendi Hidayat

SANGALU, Luwuk – Mengemban tugas penting memastikan pasokan logistik di wilayah kerjanya aman selama pandemi Covid-19, rupanya di balik keseriusan kerja kepala Perum Bulog kabupaten Banggai, Rendi Hidayat, terselip kerinduan yang amat besar pada keluarganya.

Sejak status tanggap darurat Covid-19 diterapkan di kabupaten Banggai, atau sekitar 3 -4 bulan yang lalu, Rendi tak bergeming dari daerah kerjanya. Terus berkoordinasi dan bekerja, agar kebutuhan masyarakat akan sembako terus terjamin.

Menjalankan ibadah puasa dan hari raya Idul Fitri 1441 H di kota Luwuk, Rendi Hidayat rela berada jauh dari anak dan istrinya, yang tinggal di wilayah Kalimantan Selatan.

Baca juga:  Rekomendasi Bawaslu soal Petahana belum Final

Rindu, adalah hal yang kini tertambat di hati kepala Perum Bulog di kabupaten Banggai itu. Namun menyadari tugas penting yang diembannya, rupanya juga kesadaran akan bahaya Covid-19, menjadi pertimbangan utama lainnya.

“Sangat rindu pada istri dan anak yang ada di rumah. Tapi yah, karena memang sayang pada mereka, maka sementara saya tidak pulang dulu,” kata dia, saat berbincang dengan awak media ini, Senin (15/6).

Seperti anjuran pemerintah, yang menghimbau masyarakat tak mudik sementara waktu guna mencegah penyebaran Covid-19,  Rendi mengakui ada kekhawatiran di dirinya, jika pulang menemui keluarga, malah bisa menghadirkan hal yang tak diinginkan.

Baca juga:  82 Penumpang KM Sumber Raya 03 Diberangkatkan ke Balut

Sehingga kerinduan itupun disalurkannya hanya melalui sarana telekomunikasi, dengan bertegur sapa bersama keluarga melalui handphone atau layar komputer.

“Yah tunggu saja bencana ini berlalu, dan semoga itu segera,” lanjut Rendi, yang terus memastikan protokoler kesehatan di Perum Bulog Banggai, diterapkan secara ketat guna melindungi karyawan serta masyarakat yang datang.

Di tengah perbincangan bersama dirinya, kepala Perum Bulog Banggai ini kemudian menyesalkan pemandangan umum yang ada di masyarakat, khususnya di kota Luwuk saat ini.

Baca juga:  Dinkes Siapkan Alat Tes Corona untuk RSUD Luwuk, Cek Sampel tak Perlu ke Makassar

Dimana banyak warga yang terkesan sudah tak lagi peduli akan bahaya Covid-19. Padahal, perkembangan kasus positif di daerah ini terus bertambah.

“Banyak saya lihat sudah tidak memakai masker, berkerumun. Seharusnya kita semua bisa terus menerapkan protokol kesehatan untuk melindungi diri. Karena dengan hal itu, keluarga kita, teman-teman kita, secara tidak langsung juga telah kita lindungi,” tandasnya.*

(jay)