Proyek Bencana di Pangkalasean, Diduga Terjadi Markup

oleh -56 views

SANGALU, Luwuk – Kegiatan tanggap darurat yang idealnya dimaksudkan untuk membantu masyarakat yang terkena bencana banjir di desa Pangkalasean, kecamatan Balantak Utara, beberapa waktu lalu, diliputi dugaan mark up.

Hal itu setelah adanya informasi dari sumber terpercaya terkait pekerjaan yang berbanderol Rp 1,35 miliar, dan telah mulai dilaksanakan tersebut. Khususnya pada kegiatan normalisasi sungai, diduga terdapat ‘permainan’ guna mendapatkan keuntungan pada perhitungan volume kubikasi pekerjaan.

Terlebih proyek tanggap darurat bencana ini, seharusnya dilakukan secara swakelola.

Baca juga:  Kabar Baik! Hasil Swap Kedua Pasien Dalam Pengawasan Dinyatakan Negatif COVID-19

“Nanti coba dicek saja. Kami sudah periksa, untuk item pokok pekerjaannya ada dugaan markup yang berpotensi muncul kerugian uang Negara. Karena ada perhitungan harga satuan kubikasi pekerjaan,” sebut sumber terpercaya, Selasa (9/6) malam.

“Seharusnya kan, jika sifatnya swakelola seharusnya tidak ada profit di setiap harga satuan,” tambahnya.

Diketahui, proyek tanggap darurat bencana di desa Pangkalasean ditanggani oleh BPBD (Badan Penangggulangan Bencana Daerah) kabupaten Banggai, usai terjadinya banjir pada awal April 2020 lalu.

Baca juga:  Polisi Hentikan Aksi Begal Sadis di Luwuk

Sebesar Rp 1,35 miliar yang digelontorkan Pemda Banggai, proyek bencana ini diperuntukkan untuk normalisasi sungai dan beberapa item pekerjaan lain guna mengendalikan banjir yang kerap terjadi.

Sayang, pekerjaan tersebut diduga kembali telah dimanfaatkan segelintir oknum tertentu untuk keuntungan pribadi.

Hingga berita ini diturunkan, keterangan dari pihak BPBD kabupaten Banggai terkait adanya informasi ini, belum dapat diperoleh.*

(jay)