Pemilik Semen Diduga Ilegal, Mulai Terungkap

oleh -94 views

SANGALU, Luwuk – Pertanyaan siapa pemilik semen yang diduga ilegal, mulai menjurus pada seseorang. Hal itu setelah investigasi yang dilakukan awak media ini, dengan mengumpulkan sejumlah informasi pihak-pihak berkompeten, berhasil mendapatkan sejumlah fakta terpercaya.

Informasi yang memperkuat dugaan pemilik semen diduga ilegal, datang dari Kasat Lantas Polres Banggai, AKP Muhammad Fadlan SH,S.Ik, rabu (24/6) kemarin. Dirinya menerangkan, sejumlah data terkait truk pengangkut semen-semen diduga ilegal itu, pasca kecelakaan tunggal di wilayah desa Bunga, Luwuk Utara, beberapa waktu lalu.

Kasat Lantas mengatakan, sopir yang mengendarai truk bermuatan semen merk Conch seberat 21 ton, dengan nomor polisi DB 8838 EF, yang terbalik pada Selasa (16/6) pagi, diketahui bernama Budi Saputra, warga desa Singkoyo, kecamatan Toili. Sedang seorang karnet yang bersama-sama dalam kecelakaan saat itu, bernama Teguh, juga warga desa Singkoyo.

Baca juga:  Selama Pandemi COVID-19 Mewabah, Dinkes Catat 6.869 ODR Masuk Banggai

“Dari data yang ada, truk tersebut datang dari arah Pagimana, hendak menuju Luwuk ketika kecelakaan. Kami hanya mengurusi kasus kecelakaan tunggalnya saja,” sebut Fadlan.

Sementara truk hijau pengangkut semen itu, ditambahkan Kasat Lantas hingga saat ini masih diamankan pihak kepolisian. Yaitu di Polsek Toili, dengan proses yang ditangani oleh Kanit Lantas Polsek Toili.

“Mobilnya kita arahkan untuk diamankan di sana (Polsek Toili). Dan kasusnya tengah diproses Kanit Lantas,” tambah Kasat Lantas Polres Banggai.

Informasi yang mulai menjuruskan siapa pemilik semen-semen diduga ilegal ini, sebelumnya telah berhasil didapatkan awak media dari keterangan salah satu pihak distributor semen di kabupaten Banggai.

Baca juga:  Aleg NasDem Banggai Potong Gaji, Ketua DPW Sulteng Beri Apresiasi

Bahwa di wilayah kecamatan Toili, tepatnya di desa Singkoyo, ada salah seorang warga yang juga pengusaha dalam bidang pertanian, yang selama ini menjual semen-semen bermerk Conch.

Diinisialkannya dengan sebuatn WY, semen-semen merk Conch itu dijual di bawah harga yang dijual secara resmi, oleh distributor –distributor resmi penyalur semen Conch di kabupaten Banggai.

“Perbedaannya sangat jauh. Lebih murah hingga Rp 5 ribu rupiah per sak. Dan itu sudah lama dilakukan (dijual) di wilayah Toili,” sebut sumber.

Baca juga:  Banggai 2 ODP, Nasional 405 Positif, 20 Sembuh, 38 Meninggal

Selama ini, diduga WY yang membawa hasil pertanian ke wilayah Gorontalo dengan menggunakan pelabuhan penyeberangan Pagimana – Gorontalo, sepulangnya menuju kabupaten Banggai, memuat semen-semen Conch di atas truk miliknya. Hingga puluhan ton.

Tentu saja, dengan perbuatan itu meloloskan pengenaan pajak PPN, bagi penjualan semen oleh daerah. Selainnya, kerugian distributor resmi Conch di kabupaten Banggai, terjadi. *

(jay)