Kasus Dugaan TPPU Oknum Bank Syariah Mandiri Siap Naik Persidangan

oleh -279 views
Nasabah BSM Luwuk didampingi Penasehat Hukumnya, Erick R Alimun saat keluar dari kantor BSM Luwuk, Senin (2/3/2020). [SANGALU/ Steven Pontoh]

SANGALU, Luwuk – Kasus dugaan penggelapan emas nasabah Bank Syariah Mandiri (BSM) Luwuk masih berlanjut di persidangan Pengadilan Negeri Luwuk. Kini, penyidik Polda Sulteng kembali melimpahkan satu kasus yang berkaitan yakni dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang dilakukan oknum pejabat BSM beberapa waktu lalu dengan tersangka berbeda.

Informasi yang berhasil dihimpun sangalu.com, dugaan TPPU yang dilakukan terdakwa MAP alias DD, mantan karyawan BSM Luwuk ini berkaitan erat dengan seorang tersangka yang kini telah dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Luwuk berinisial AE, yang belakangan juga diketahui merupakan karyawan BSM, namun dari Cabang Tasik Malaya.

Atas perbuatan keduanya, diketahui nasabah dan BSM merugi sekira Rp822.527.000 hingga kasus ini mencuat ke publik dan akhirnya ditangani penyidik Polda Sulteng sebelum dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Sulteng, dan diteruskan ke Kejaksaan Negeri Banggai sebagaimana lokus kejadian perkara.

Baca juga:  Bank Tidak Siap, Aparat Desa Menumpuk di BSM

Penyidik juga diketahui telah memperoleh bukti transfer dari MAP ke rekening bank atas nama AE berdasarkan hasil penyelidikan polisi atas dugaan tindak pidana perbankkan yang syariah yang dilakukan tersangka MAP.

Dari penelusuran itu ditemukan aliran dana dugaan hasil kejahatan dalam kurun waktu Agustus 2017 hingga Februari 2018 senilai Rp770 juta.

Baca jugaCek Rekening Anda! Rp820 juta Dana Nasabah PT BSM Raib

Penyidik kemudian menetapkan karyawan BSM Tasik Malaya berinisial AE sebagai tersangka TPPU yang kemudian dilimpahkan ke JPU. Saat ini AE tengah mendekam di sel tahanan Polres Banggai sambil menunggu pelimpahan berkas ke Pengadilan Negeri Luwuk untuk disidangkan.

Diketahui, sebelumnya MAP yang merupakan salah satu pejabat PT BSM Cabang Luwuk melakukan tindak pidana perbankkan dengan membuat program ‘Berkebun Emas’ yang sejatinya tidak ada dalam program PT BSM. Ia kemudian berhasil menghimpun emas nasabah dengan total nilai Rp822.527.000 dari nasabah.

Baca juga:  Kinerja tak Maksimal, Bupati Bakal 'Segarkan Kabinet' Terakhir Bulan Depan

Baca jugaPH Ungkap Pembobolan Dana Nasabah BSM Luwuk, Ini Kronologisnya

Hasil taksiran emas tersebut kemudian diuangkan dan tersimpan di rekening nasabah, namun tanpa persetujuan nasabah uangnya ditarik MAP yang kemudian ditransfer ke rekening rekannya AE yang diketahui sebagai karyawan PT BSM Tasik Malaya.

Kasus ini kemudian mencuat ke publik saat nasabah mengetahui adanya penarikan uang tanpa sepengetahuannya. Sempat saling lempar tanggungjawab, pihak BSM akhirnya mengembalikan emas nasabah.

Namun, kasus tersebut telah dilaporkan ke polisi dan kini tengah berproses di Pengadilan Negeri Luwuk. Sementara untuk kasus TPPU masih dalam tahap pelimpahan jaksa ke Pengadilan Negeri Luwuk untuk dapat disidangkan.

Baca juga:  Deklarasi, AT - FM Harap Dukungan Penuh Parpol Koalisi

Jika kasus ini naik ke persidangan, ini merupakan sejarah baru dalam dunia hukum Kabupaten Banggai, dimana pertama kalinya ada kasus dugaan TPPU yang naik ke persidangan.*

 

(van)