Hadiri Sidang di PN Luwuk, Herwin Yatim Bantah Tudingan Koruptor kelas Kakap

oleh -1.258 views
Bupati Banggai Herwin Yatim (tengah - kanan) saat menghadiri sidang di Pengadilan Negeri Luwuk, Kamis (25/6) siang. [SANGALU/ Ist]

SANGALU, Luwuk – Mengenakan kemeja merah hijau lengan panjang, Bupati Banggai Herwin Yatim melenggang ke ruang sidang diikuti sejumlah ASN yang tercatat sebagai saksi pada kasus dugaan pencemaran nama baik dengan terdakwa Burhanuddin Mang, Kamis (25/6) siang.

Saat sidang dibuka, Bupati Herwin menjadi orang pertama yang dimintai keterangan dan kemudian menjawab sejumlah pertanyaan dari empat pengacara kondang, pendamping Burhanuddin Mang. Dalam pertanyaan yang diarahkan oleh pengacara, seluruhnya dijawab ‘tidak’ oleh Bupati Herwin.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Banggai, La Ode Nuzul SH, usai persidangan mejelaskan bahwa sidang kala itu sejatinya diagendakan untuk mendengarkan keterangan lima saksi. Hanya saja, karena alot pada keterangan saksi pertama (Bupati Herwin,red) maka ke empat saksi lainnya diagendakan pekan depan, di hari yang sama.

Baca juga:  Ramadhan dan Ujian COVID-19

“Alot, karena pengacara terdakwa ingin membuktikan tujuh poin tudingan yang diarahkan ke korban. Kamis depan baru sidang lagi untuk yang empat saksi,” kata Nuzul.

Baca jugaSoal Dana Hibah, KPU Mentahkan Alasan Bupati Banggai dengan Permendagri 41/2020

Diketahui, Burhanuddin Mang dilaporkan Bupati Herwin Yatim atas pencemaran nama baik terkait aksi bagi-bagi selebaran yang dilakukannya di perempatan traffic light Kelurahan Karaton beberapa waktu lalu.

Dalam selebaran itu, terdapat tujuh tudingan kepada Bupati Herwin Yatim hingga membuat Ketua DPC PDIP Banggai itu geram, lalu melapor ke polisi.

Tudingan yang diarahkan antara lain; “Tangkap Bupati Banggai Herwin Yatim sebagai koruptor kelas kakap, berperilaku bejat dan biadab, otoriter dan zholim, pelaku korupsi ratusan milyar, pelaku pidana asusila, pelanggar HAM, teroris, pelaku pidana ahli fungsi lahan, pelanggar pidana pemilu dan pelaku penghinaan terhadap Raja Banggai Moh. Chair Amir”.

Baca juga:  Kesal Dipolitisasi, Bupati Herwin : Jika PLN setara Kadis, Saya Ganti

Tak sampai di situ, tulisan yang mengatasnamakan Rakyat Banggai Menggugat dan Dewan Adat Banggai tertanggal 7 Mei 2019 itu, juga meminta Herwin Yatim segera meninggalkan tanah Banggai dalam waktu 3×24 jam untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.*

 

(van/omy)