GENETIKA KEPEMIMPINAN AMIRUDDIN TAMOREKA

oleh -168 views

(Bagian I: Bakat Warisan dan di Masa Sekolah).

Oleh : Abdul Hadi

Catatan ini adalah upaya memperkenalkan sosok Amiruddin Tamoreka kepada publik secara utuh dari sisi kapasitas kepemimpinannya.

Karenanya biografi ini akan mengulas secara runut (berserial) dengan berusaha mengungkap sedetil mungkin setiap bakat dan jejak perjalanan kepemimpinan seorang Amiruddin Tamoreka yang diwarisinya secara genetik dan yang di tempahnya secara akademik.

Penyajian ini dianggap perlu bagi penulis agar pengenalan profil Amiruddin Tamoreka tidak an sich pada kapasitasnya sebagai pemilik modal (pengusaha) lalu kemudian menimbulkan spekulasi bahwa Amiruddin Tamoreka maju menjadi calon bupati banggai hanya mengandalkan kuantitas uang namun minim kualitas pikiran seperti pengusaha lainnya.

Amiruddin Tamoreka tentu tidak semacam itu, kesuksesannya di dunia usaha tidak lepas dari bakat genetika dan kecemerlangannya secara akademik dan dunia aktivisme yang pernah di gelutinya.

Berikut ulasan dari episode perdana rekam jejak kepemimpinan sang tokoh muda.

Amiruddin Tamoreka atau biasa di panggil Miro pada masa kecilnya. Ia adalah sosok yang mengispirasi bagi keluarga dan banyak orang di sekitar. Lahir pada tanggal 13 Desember 1971 di Desa Toili Kec. Moilong Kabupten Banggai

Baca juga:  KPU Sulteng Launching Aplikasi si MaCACA

Ia adalah anak ketiga dari sembilan bersaudara. Bapakya adalah seorang mantan Kepala Desa Toili yang bernama H. Abdul Hamid Tamoreka yang dikenal dengan sapaan Muking’.

Selama 32 Tahun masa kepemimpinannya beliau dikenal bijaksana dan harmonis mampu menciptakan pemerintahan yang baik serta lingkungan masyarakat yang damai dan harmonis bagi masyarakat local dan transmigrasi yang ada di Toili.

Kontribusi dan dedikasinya terhadap msyarakat Toili dalam memimpin sehingga beliau di percaya memimpin cukup lama karena rakyat masih mengiginkannya.

Selain menjabat sebagai Kepala Desa, Ayah Amiruddin (Muking) juga di percaya menjabat sebagai Ketua Adat Suku Ta di Toili.

Tentu jabatan yang rangkap ini, dibutuhkan kepribadian yang bijaksana dalam setiap keputusan dan kesabaran yang tinggi dalam menghadapi masalah-masalah yang ada.

Salah satu contoh kebijaksanaan dari ayah Amiruddin Tamoreka adalah memberikan ruang dan tempat serta ramah kepada orang-orang Banggai serta suku-suku lain yang tinggal di Toili untuk hidup berkebun dan membangun usaha di Toili.

Itulah yang melekat dari dalam diri Seorang Ayah Amiruddin Tamoreka sebagai Pemimpin.

Baca juga:  Puluhan Paket Proyek Senilai Rp2,5 Miliar Belum Dibayar

Sedangkan Ibunya bernama Hj. Nurhayati H Nur adalah sosok ibu yang menjadi sekolah atau uiversitas pertama yang mendidik dan membesarkan anak-anaknya dengan penuh kasih sayang dengan harapan kelak akan menjadi Anak yang berbakti bagi kedua orang tua dan bermanfaat bagi orang lain.

Maka hal yang wajar di balik kesuksesan dalam kepemimpinan Seorang H. Abdul Hamid Tamoreka (Muking) ada sosok wanita hebat di belakangnya.

Menurut Pamannya Alimuddin Moh. Nur, Nenek Amiruddin Tamoreka ; Hj Salima Ibrahim adalah Seorang suku Saluan yang tinggal di Tanggkian Kecamatan Kintom. Jika di tarik dari garis keturunan Ibunya Nenek Buyut Amiruddin Tamoreka adalah Kapitan Aba-Aba atau di kenal dengan Tangan Besi, Dimasa Penjajahan yang saat itu dikenal dengan Kepala Distrik yang berkedudukan di Tangkiang Kecamatan Kintom dengan wilayah kekuasaan dari Balingara sampai ke Rata.

Selama sekolah Amiruddin Tamoreka tidak pernah tinggal kelas, menepuh pendidikan mulai dari SDN 1 Toili selama 6 Tahun, dengan selalu mendapat rangking 1 di kelas.

Di SMP Negeri 1 Toli selama 3 Tahun juga selalu mendapat rangking 2 di kelas dan menjadi ketua OSIS, dan SMA Negeri 1 Luwuk selama 3 Tahun, pernah menjadi utusan cerdas cermat.

Baca juga:  Amir Tamoreka: Yang Jadi Bupati Sudah Ditentukan Allah SWT

Karenanya tak heran Selama kurang lebih 12 Tahun menempu sekolah ia di kenal sosok yang cerdas, rama, berkepribadian baik, hambel dan pintar bergaul. Dari kepribadian tersebut Ia aktif dalam kegiatan-kegiatan organisasi kesiswaan (OSIS) dan ekstrakulikuler seperti pramuka dan kegiatan-kegiatan lainnya.

Jiwa enterpreuner dan kepemimpinan serta kedermawanan sudah terlihat dari masa kecilnya.

Diantaranya saat masih di bangku SMP, hampir setiap pagi sebelum ke sekolah Amiruddin Tamoreka (Miro) singgah ke rumah guru mengajinya yang bernama “Ibu Syahrial” untuk mengambil titipan kue dengan tujuan Ia jual ke sekolahnya.

Ia membantu dengan ikhlas tanpa bayaran, bagi dirinya selama itu kebaikan tidak perlu untuk malu atau gensi dalam berbuat. Setelah pulang dari sekolah uang dari hasil jualan tersebut di berikan kepada Guru ngajinya.

Inilah nilai yang tertanam dalam diri seorang Amiruddin Tamoreka di masa kecil. Membantu Orang lain sudah menjadi kebiasan dimasa kecilnya. (bersambung).