Gara-gara Hati, HY Tega Bunuh Mertua dengan Racun Ikan

oleh -1.663 views
Ilustrasi [google]

SANGALU, Bunta – Tega. Itu kata yang pantas disematkan pada kejadian naas di Kecamatan Bunta, pekan lalu. Dimana seorang menantu tega meracuni mertuanya, hanya karena persoalan hati. Pelaku wanita ini tak ingin dipisah dari belahan jiwanya, hingga nekad meracun mertua lelakinya, Jumat (12/6) sekira pukul 16.00 Wita.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, korban berinisial MK (47) warga Dolango Lingkungan V Kelurahan Bunta 1, Kecamatan Bunta, Kabupaten Banggai, meninggal dengan sejumlah kejanggalan usai dilarikan ke Puskesmas Bunta.

Meski pada awalnya keluarga menolak dilakukan outopsi, namun polisi menemukan adanya sejumlah kejanggalan atas kematian korban. Setelah dilakukan penyelidikan ternyata korban meninggal akibat diracuni oleh menantunya berinisial HY (33) yang konon merasa hendak dipisahkan korban dari suaminya.

Kapolres Banggai AKBP Satria Adrie Vibrianto yang dimintai keterangannya melalui Kasat Reskrim AKP Pino Ary pada Kamis (18/6) membenarkan adanya kasus pembunuhan yang dilakukan menantu terhadap mertuanya dengan cara meracuni korban dengan racun ikan (Dangke) yang dicampurkan ke dalam sayur bayam masak santan.

Motifnya kata AKP Pino Ary, karena korban yang merupakan mertua pelaku ditenggarai pelaku, hendak memisahkannya dari suami.

“Pada awalnya pihak keluarga sudah menerima kematian korban, namun kami mencurigai bahwa kematian korban karena sebab lainnya. Sehingga saya selaku Kasat Reskrim kemudian memerintahkan penyidik di Polsek Bunta untuk melakukan penyelidikan, hasilnya ternyata korban diracuni pelaku lewat makanan di rumahnya,” terang Pino.

Baca juga:  Hindari Karantina, Warga Tataba dari Morowali Kelabui Gugus Tugas COVID-19

Dijelaskan AKP Pino Ary, berdasarkan keterangan istri korban berinisial MR (40) pada hari Jumat sekira pukul 09.00 wita, ia selaku istri korban memasak ikan cakalang ada yang di goreng dan sebagian di kuah tumis, ia juga pada saat itu memasak sayur bayam yang dicampur terong untuk dimasak santan, termasuk menggoreng tahu.

Usai memasak, MR bersama menantunya HY makan bersama. Selanjutnya MR baring di depan TV, sedangkan HY berbaring di dalam kamar. Sekira pukul 15.30 Wita, MR kemudian pergi arisan di rumah temannya. Tidak berselang lama anaknya berinisial PR menjemput pulang.

Kala itu, MR melihat MK, suaminya (korban) masih dalam keadaan sadar. Hanya saja, MK mengaku pusing dan mual, hingga kemudian diantar ke Puskesmas Bunta. Oleh petugas kesehatan, korban dirujuk ke RSUD Luwuk. Saat dalam perjalanan korban meninggal dunia. MK kemudian dibawa kembali ke rumahnya untuk kemudian disemayamkan dan dikebumikan.

“Anggota Satrekrim Polsek Bunta yang datang kerumah korban saat itu mencurigai kematian korban karena berdasarkan informasi bahwa korban diduga meninggal dengan tidak wajar. Kecurigaan itu muncul lantaran sebelumnya korban terlihat sehat dan tidak mengeluh sakit. Sehingga saya memerintahkan segera melakukan penyelidikan awal,” ungkap Pino sebagaimana dilansir kabarluwukcom.

Pada awalnya kata Pino Ary, terduga pelaku berinisial HY yang merupakan menantu korban berdalih tidak mengetahui atau berkaitan dengan kematian korban. Pada keterangannya HY mengatakan, pada hari Jumat tanggal 12 juni 2020 sekitar pukul 16.00 itu, ia terbangun dari tidurnya lantaran HY mempertanyakan dimana keberadaan istrinya MR.

Baca juga:  Buaya Lalong Berhasil Ditangkap di Pantai Bubung

Saat itu dia mengatakan tidak mengetahui dimana keberadaan MR, selanjutnya korban meminta kepada HY membelikan bensin dan rokok. Pada saat kembali dari membeli rokok dan bensin, HY mendapati korban sudah terjatuh di dapur. Selanjutnya HY berpura-pura mengatakan agar korban yang berprofesi sebagai nelayan untuk tidak pergi melaut.

“Pelaku yang sudah tahu bahwa racun yang telah dicampurnya ke dalam sayur telah bereaksi kepada korban lalu berpura-pura meminta agar korban tidak melaut, serta menyuruh korban beristirahat. Tidak lama kemudian pelaku memanggil orang sekitar dan mengatakan bahwa mertuanya itu sekarat,” beber AKP Pino Ary.

Sebelumnya kata Kasat Reskrim, korban sempat dibawa ke Puskesmas Bunta untuk dilakukan visum et repertum, berdasarkan hasil pemeriksaan luar oleh dokter dinyatakan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan baik oleh benda tumpul maupun benda tajam.

Selanjutnya atas permintaan pihak keluarga korban dibawa ke rumah duka. Pihak keluarga sudah menerima dengan ikhlas kematian korban dan tidak menghendaki dilakukan outopsi.

Baca juga:  Tolak GOR Jadi Tempat Karantina, Warga Kilper Desak Pemerintah Pindahkan OTG COVID-19

“Hasil keterangan dari anggota reskrim Polsek Bunta yang disampaikan kepada saya menimbulkan sejumlah kecurigaan sehingga mengarah pada asumsi korban MK meninggal dimungkinkan akibat keracunan masakan rumah sendiri. Penyelidikan kemudian kita kembangkan hingga mengarah pada pelaku,” tambahnya.

Setelah mengumpulkan data dan keterangan, polisi akhirnya menciduk HY tanpa perlawanan. HY kemudian dibawa ke Polres Banggai untuk selanjutnya dimintai keterangannya sebagai tersangka. HY menceritakan, ia mengambil racun ikan (Dangke) yang terletak di pintu kamar perempuan berinisial PT.

Saat itu HY mengambil dangke sebanyak setengah sendok makan, dan memasukkannya di sayur bayam yang di santan yang sebelumnya telah dimasak oleh mertuanya MR. Racun ikan itu dicampurkannya ke dalam makanan sebelum ia diminta korban membeli bensin dan rokok.

“Pelaku sudah kita amankan dan mengakui semua perbuatannya, sayangnya tidak terlihat tanda-tanda penyesalan pelaku yang telah meracuni mertuanya itu,” pungkas Kasat Reskrim.

Rencananya penyidik Satreskrim Polres Banggai dalam waktu dekat ini akan melakukan outopsi terhadap jenazah korban. HY yang telah ditetapkan sebagai tersangka akan dijerat penyidik dengan pasal 338 KUHP dan atau pasal 340 tentang pembunuhan berencana yang ancaman pidananya hukuman pidana mati atau seumur hidup atau paling lama dua puluh tahun.*

 

(ikb)