Dugaan Penyimpangan ADD di Binohu, Nuhon

oleh -39 views

SANGALU, Luwuk – Penggelolaan keuangan dana desa dalam sejumlah kegiatan, di desa Binohu, kecamatan Nuhon, diduga telah terjadi penyimpangan yang dilakukan oleh oknum-oknum pemerintahan desa.

Hal itu disampaikan sejumlah warga desa Binohu, yang berasal dari kalangan pemuda, saat menemui langsung awak media ini, Minggu (14/6) kemarin.

Oleh Fahmi, salah satu pemuda asal Binohu, menjelaskan sejumlah dugaan penyimpangan yang terjadi di desanya. Mulai dari pembangunan Taman Sekolah Minggu tahap I dengan anggaran Rp 42 juta, yang dikerjakan menurut mereka asal-asalan, hingga pembagian bantuan Covid-19 baru-baru ini, yang terkesan pilih kasih.

Baca juga:  Abdul Rakhman Baso Pimpin Polda Sulteng

“Kami telah coba meminta penjelasan pada pemerintah desa bahkan BPD terkait sejumlah kecurigaan yang ada di desa. Namun kami malah dianggap tak berhak ikut campur. Bahkan dikatakan sebagai pahlawan kesiangan, ketika mempertanyakan hal ini,” jelas Fahmi, sambil memperlihatkan sejumlah bukti, baik berupa RAPDes, hingga dokumentasi visual keterangan pemerintah desa.

Kegiatan lain yang menggunakan anggaran dana desa, namun diduga pada pelaksanaannya fiktif, dilanjutkan para pemuda asal Binohu itu seperti pada pengadaan rica jawa (merica-red), beberapa waktu lalu.

Baca juga:  Takut Kena Tilang, Pemotor ini Nekad Tabrak Polisi

“Dananya itu Rp 40 juta. Tapi tidak ada kegiatannya. Hanya turun dokumentasi untuk laporan,” lanjut Fahmi.

“Pada pembagian BLT Covid yang barusan, juga terkesan lucu. Karena hingga istri salah satu oknum pemerintah desa, juga mendapatkannya. Inikan tidak diperbolehkan, terlebih oknum pemerintah desa itu terkategori mampu,” tandas Fahmi.

Telah mengantongi sejumlah barang bukti atas dugaan penyimpangan ADD di desa mereka, para pemuda inipun berharap pihak penegak hukum, bisa turun melakukan pemeriksaan.

Baca juga:  LO Bakal Calon Bupati Herwin Yatim Memilih Mundur

Sementara itu, Kacabjari Bunta, Filemon Ketaren SH yang kemarin coba langsung dikoordinasikan terkait laporan dugaan penyimpangan di desa Bonohu, Nuhon, mengatakan masih akan coba mempelajari bukti-bukti yang ada nantinya.*

(jay)