Bantu Warga Kebanjiran, Bukti TNI Setia Bersama Rakyat

oleh -62 views
Anggota Koramil 1308-06/LB saat membantu evakuasi warga di Kecamatan Masama, Selasa (2/6). [SANGALU/HO - Kodim1308]

SANGALU, Masama – Tentara Manunggal Indonesia (TNI) di bawah komando Dandim 1308/LB Letkol Inf. Fanny Pantouw terus berkarya untuk rakyat Kabupaten Banggai.

Para penjaga teritorial ini tak pernah lepas tangan kala melihat adanya musibah yang menimpa warga di sekitarnya, seperti banjir yang terjadi di wilayah Kecamatan Masama, Selasa (2/6) pagi.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan bahwa banjir bermula dari hujan lebat yang terjadi sejak, Senin (1/6) pukul 22.00 Wita. Sekira pukul 10.00 Wita keesokkan harinya, banjir dari luapan sungai pun menggenangi empat desa di wilayah Kecamatan Masama.

Baca juga:  Jaga Keamanan Ruang Isolasi, 18 Anggota TNI Jalani Rapid Test

Ke empat desa yang terendam banjir yakni Desa Eteng, Padangon, Tangeban dan Desa Serese. Air setinggi 50 centimeter pun menggenangi pemukiman penduduk, kemudian areal persawahan dan jalan utama penghubung antar kecamatan.

Dari penuturan warga, selain intensitas hujan yang cukup tinggi, banjir juga disebabkan karena adanya pendangkalan dua sungai di wilayah itu. Kondisi itu semakin diperburuk oleh drainase dan pelat duiker yang mulai tertimbun material tanah hingga menyumbat aliran air.

Baca jugaBantu Tim Gugus Tugas, Kodim 1308/LB Bentuk Tim Siaga Tangani COVID-19

Baca juga:  Demam dan Sesak Nafas, Sekeluarga dari Masama Masuk Ruang Isolasi RSUD Luwuk

Anggota Koramil 1308-06 Lamala saat membantu proses evakuasi barang dan warga kebanjiran di Kecamatan Masama, Selasa (2/6) pagi. [SANGALU/ HO- Kodim 1308]
Mengetahui kondisi itu, Pejabat Sementara Komandan Rayon Militer ( Koramil ) 1308-06/Lamala Pelda Heni Sanherib Thia yang menerima informasi dari Babinsa Sertu Aswin, langsung memerintahkan seluruh Babinsa turun lapangan. Membantu warga dan melaporkan kondisi banjir.

Lima Babinsa yang datang ke lokasi langsung membantu warga, dengan mengarahkan ke lokasi aman, seperti sekolah dan rumah ibadah. Mereka juga terlibat dalam proses pemindahan barang-barang warga yang kebanjiran.

Sekira pukul 12.00 Wita, curah hujan terhenti dan air luapan sungai mulai surut. Empat puluh lima menit kemudian, air surut total dan warga pun membersihkan rumah masing-masing dari sisa lumpur yang terbawa banjir.

Baca juga:  Anti Diusung DPD Sulteng untuk Rekomendasi Gerindra

Berdasarkan laporan Koramil 1308-06/Lamala sebanyak 15 rumah terendam di wilayah Desa Serese, kantor desa dan 25 hektar sawah terendam banjir.

Desa Tangeban sendiri terdapat 10 rumah, kantor desa dan 15 hektar sawah terendam. Kemudian 25 rumah di Desa Eteng, kantor desa, gereja dan 60 hektar sawah.

Lalu Desa Padangon, banjir merendam 15 rumah warga, Balai Pertemuan Umum (BPU) desa dan 50 hektar sawah.*

 

(van)