Warga Hadang Kedatangan Pekerja PT DS-LNG dan Pertamina EP di Banggai

oleh -631 views

SANGALU, Luwuk – Aksi penghadangan sebagai penolakan masuknya pekerja baru PT Donggi Senoro LNG (DS-LNG) dan Pertamina EP, dilakukan sejumlah warga di Bandara Syukuran Aminuddin Amir Bubung, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Kamis.

Aksi tersebut dikatakan sebagai bentuk kekhawatiran mobilitas pekerja perusahaan migas yang diketahui berasal dari wilayah zona merah, seperti Jakarta dan Surabaya.

Aksi mulai berlangsung pada sekitar pukul 09.00 Wita, ketika PT DS-LNG dan Pertamina EP kembali akan melakukan pertukaran pekerja, yang merupakan tenaga ahli di perusahaan tersebut. Diketahui, sebanyak 21 pekerja yang telah selesai masa waktu pekerjaannya, akan dipulangkan dan bertukar dengan 19 pekerja lainnya di PT DS-LNG.

Setibanya di bandara SA Amir menggunakan pesawat carteran milik maskapai Pelita Air jenis ATR.72.600, ke 19 pekerja tenaga ahli kembali melewati pemeriksaan kesehatan di bandara oleh tim medis gugus tugas COVID-19 di bandara. Dan keseluruhan pekerja DS-LNG dinyatakan sehat. Baik yang akan kembali, ataupun yang mengganti.

Usai proses pemeriksaan, para tenaga kerja ini pun dengan pengawalan ketat pengamanan dan pihak DS-LNG, keluar dari bandara dan hendak menuju ke pelabuhan Pelni Luwuk. Dimana para pekerja akan menuju site atau lokasi pekerjaan, menggunakan speed boat melalui jalur laut.

Namun rupanya sejumlah massa aksi telah menunggu di jalan depan bandara untuk melakukan aksi penghalangan. Sekitar pukul 13.45, rombongan 19 tenaga ahli DS-LNG dan beberapa pekerja PT Pertamina EP dalam rombongan dihadang oleh massa aksi yang berjumlah sekitar 20 orang lebih.

Baca juga:  Waduh, Pipa Migas Pertamina EP di Area KP II Bakal Dicabut Paksa

Mereka menolak kedatangan para pekerja yang diketahui berasal dari zona merah seperti Jakarta dan Surabaya. Untungnya, aksi ini dapat dihalau petugas keamanan, sehingga para karyawan lolos dan segera menuju pelabuhan Pelni Luwuk. Pukul 14.05, pekerja DS-LNG dan Pertamina EP itupun menggunakan speed boat milik perusahaan, meninggalkan kota Luwuk menuju site PT DS LNG.

Selain menolak kehadiran pekerja dua perusahaan migas yang melakukan penggantian, aksi penghadangan sebelumnya juga terjadi saat warga menolak 21 pekerja hendak dipulangkan. Bahkan aksi pertama ini sempat terjadi adu mulut antara massa aksi dengan pihak DS-LNG. Sebelum akhirnya bisa diamankan petugas.

Baca jugaIni Riwayat Perjalanan 3 Positif COVID-19 di Kabupaten Banggai

Massa aksi saat mencoba menghadang kedatangan pekerja perusahaan migas di Bandara SA Amir Bubung, Kamis (14/5). [SANGALU/ Ist]
Blokade Jalan

Merasa tak puas dengan aksi penghadangan mereka yang digagalkan aparat keamanan, massa aksi melanjutkan aksinya dengan memblokade jalan di wilayah kecamatan Kintom, tepatnya di jembatan desa Ulin, sekitar pukul 14.45 Wita.

Warga berjumlah sekitar 30 orang melakukan aksi memalang jalan sebagai bentuk penolakan masuknya pekerja perusahaan migas yang silih berganti dan diketahui dari zona merah.

Baca juga:  Bandara Luwuk Dibuka, Ini Syarat Calon Penumpang

Mengatasnamakan pemerhati COVID-19, massa aksi kembali menghadang para pekerja dan kendaraan perusahaan yang melintas.

Pada pukul 15.30, pihak Polsek Kintom mendatangi lokasi aksi penghadangan dan melakukan koordinasi dengan massa aksi. Berdialog cukup lama, sekitar pukul 15.45, massa aksi menghentikan aksinya dan membubarkan diri.

Baca jugaWaspada, Tiga sampel Swab asal Kabupaten Banggai Terkonfirmasi Positif COVID-19

Aksi massa di Desa Ulin Kecamatan Kintom memblokade jalan sebagai bentuk protes pergantian pekerja yang dilakukan dua perusahaan migas, Kamis (14/5). [SANGALU/ Ist]
Terapkan Protokol Kesehatan

PT DS-LNG memastikan seluruh pekerjanya yang datang maupun keluar, telah aman dari COVID-19. Penerapan protokol kesehatan dari perusahaan migas itu, kepada para pekerjanya, dilakukan dengan sangat ketat sebagai upaya pencegahan penyebaran COVID-19.

Dalam keterangan Rahmat Azis selaku Media Relations Officer PT Donggi-Senoro LNG, memaparkan bahwa sejalan dengan arahan dari pemerintah terkait situasi pandemi Covid-19, DS-LNG termasuk obvitnas di dalam kegiatan usaha hilir migas yang perlu dijaga keberlangsungan operasinya.

Dalam pelaksanaan kegiatan operasi sejak awal, DS-LNG telah mengikuti dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat sebagaimana yang ditetapkan pemerintah dalam upaya ikut aktif mencegah penyebaran COVID-19 di wilayah operasi perusahaan.

“Protokol kesehatan ketat yang diterapkan, antara lain memastikan hanya pekerja yang sehat yang masuk ke area operasi perusahaan,” terang Rahmat dalam keterangan tertulisnya, kemarin.

Pengawasan ketat, lanjutnya, melalui pelaporan kondisi kesehatan harian dilakukan kepada para pekerja 14 hari sebelum mereka bertugas, pekerja yang menunjukkan gejala batuk, flu, apalagi demam, tidak diperkenankan berangkat ke lokasi kerja.

Baca juga:  Penumpang Wings Air Terlantar di Luwuk

Pekerja yang tiba di lokasi kerja menjalani pengawasan kesehatan selama 14 hari oleh dokter perusahaan. Para pekerja yang tinggal di dalam area perusahaan tidak diperkenankan keluar dari lokasi Operasi Perusahaan, kecuali ada urusan terkait pekerjaan yang penting dan telah mendapat izin pimpinan.

Phyiscal distancing atau pengaturan menjaga jarak fisik dengan mengurangi jumlah pekerja di dalam area operasi juga dilakukan melalui kebijakan bekerja dari rumah (Work From Home),” tambah Rahmat.

Baca juga338 Ton Beras ke Taliabu? Bupati Herwin: Jangan Mengada-ada! 

Berbagai surat rekomendasi pergantian pekerja yang telah dilengkapi PT DSLNG untuk pertukaran pekerja dari daerah luar. [SANGALU/ HO- DSLNG]
Dukungan Pemerintah

Sebagai Obyek Vital Nasional (Obvitnas) di kegiatan usaha hilir migas, kata Rahmat Azis, DSLNG mendapat dukungan dari pemerintah. Baik itu di pusat melalui Badan Nasional Penanggulana Bencana/Gugus Tugas Nasional Penanganan COVID-19, Kementerian Perhubungan, maupun pemerintah daerah, dalam menjalankan tugas yang diamanatkan negara untuk menjamin ketersediaan energi di masa pandemi.

Sesuai Peraturan Menteri Perhubungan nomor 25/2020, penggunaan pesawat charter, untuk kepentingan tertentu diizinkan, termasuk untuk pergantian kru operasi migas. Penerapan standar kesehatan yang ketat sesuai aturan diterapkan untuk penerbangan ini termasuk wajib menunjukkan surat sehat dan hasil rapid test/ PCR test.*

 

(jy/vn)