Salat Ied Diinstruksikan Tegas Dilaksanakan di Rumah

oleh -51 views
Ilustrasi [SANGALU/ Bersamadakwah)

SANGALU, Luwuk – Mendapat sorotan sekaligus protes banyak warga atas himbauan Pemda Banggai pelaksanaan salat Idul Fitri di rumah masing-masing, dengan berat bupati Banggai, H Herwin Yatim, memilih konsisten dengan keputusannya itu.

Konsistensi Bupati Banggai yang menganjurkan masyarakat untuk mengikuti protokoler kesehatan,termasuk melaksanakan salat Idul Fitri di rumah saja bersama keluarga inti, dikatakan olehnya setelah kasus positif Covid-19 di daerah ini kembali bertambah. Dimana sekarang total menjadi 4 orang.

“ Saya tetap konsisten untuk tetap menganjurkan masyarakat, untuk ikuti protokoler kesehatan yang ada. Karena daerah kita sudah 4 orang positif terpapar Covid-19,” tegas H Herwin Yatim, dihubungi via Whatsapp, kamis (21/5) kemarin.

Baca juga:  Bandara Luwuk Dibuka, Ini Syarat Calon Penumpang

Dirinya juga meminta masyarakat untuk patuh pada instruksi dan himbauan yang telah dikeluarkan pemerintah, dalam hal upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

“Tetap di rumah, khusyu beribadah bersama keluarga inti. Keluar rumah wajib menggunakan masker, dan selalu menjaga jarak. Kemudian rajin cuci tangan menerapkan pola hidup bersih dan sehat dengan Pinasa dan makanan yang ber gizi. Serta olah raga yang cukup,” tandasnya.

Untuk diketahui, berdasarkan hasil koordinasi tim gugus tugas Covid-19 Pemprov Sulteng bersama unsur instansi keamanan terkait pelaksanaan salat Idul Fitri, Gubernur Sulteng Longki Djanggola menyetujui salat Idul Fitri tetap dapat dilakukan, di wilayah zona hijau dan kuning.

Baca juga:  Hasil Rapid Test Gubernur Sulawesi Tengah Non Reaktif

Tentunya dengan pertimbangan dan keputusan kepala daerah masing-masing. Kemudian melaksanakan salat idul Fitri dengan kaidah disiplin Covid-19. Seperti jarak saf jamaah salat 1 meter, tetap menggunakan masker dan cuci tangan di depan Masjid. Dilakukan pengawasan ketat tenaga kesehatan/Polisi/TNI. Dan, penerapan protokol kesehatan menjadi tanggung jawab panitia mesjid atau  penyelenggara salat Id berjamaah.

Kriteria zona hijau yakni daerah atau wilayah tanpa kasus yang dikonfirmasi, atau tanpa ada pelancong yang terinfeksi yang datang dari Negara atau wilayah lain. Zona Kuning adalah daerah atau wilayah dengan beberapa kasus penularan lokal, tetapi tanpa kelompok penularan komunitas. Lalu, zona orange adalah daerah atau wilayah yang berdekatan dengan Zona Merah atau dengan kelompok kecil. Dan, Zona Merah adalah daerah atau wilayah yang telah mempertahankan transmisi komunitas.

Baca juga:  Legislator Bahas Tertutup RAPBD 2020, Ada Apa?

Untuk seluruh daerah di Provinsi Sulawesi Tengah, berdasarkan hasil analisis tim Covid-19 Pemprov Sulteng,  sudah tak ada lagi daerah atau wilayah yang masih berstatus zona hijau.

Dimana diketahui zona merah meliputi kota Palu dan kabupaten Buol. Zona Orange meliputi kabupaten Sigi, Poso, Morowali, Morowali Utara, Banggai, Bangkep, dan Toli-toli. Zona Kuning meliputi kabupaten Donggala, Touna, Balut, dan Parimo. *

(jay)