Pasangan Lansia 100 Tahun Miskin di Toima Bunta, Tak Dapat Bantuan Pemerintah

oleh -69 views

SANGALU, Luwuk – Baru-baru ini, media sosial ramai membicarakan adanya pemberitaan metrosulawesi.com, yang mengangkat soal adanya pasangan lansia berumur 100 tahun miskin di desa Toima, kecamatan Bunta, yang tak mendapat bantuan pemerintah.

Mengutip berita tersebut, dikatakan jika pasangan lansia Wahab Talibu berumur 100 tahun dan isterinya Muti Lahay 70 tahun yang saat ini duduk kursi roda, tinggal di bagian belakang rumahnya kurang lebih berukuran tiga kali empat meter berdinding papan sabetan buangan dari sisa irisan kayu sawmel tanpa penghasilan tetap hanya dapat termenung melihat banyak warga yang jauh lebih baik dari kondisi ekonominya, namun tak mendapat bantuan dari pemerintah seperti bansos sembako.

Pasangan suami isteri ini tak bisa berbuat banyak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mereka terpaksa berharap pada anak-anaknya, walau anak-anaknya sendiri rata-rata berpenghasilan rendah atau cukup untuk makan sehari-hari.

Mirisnya dengan kondisi kehidupan yang memperihatinkan saat dikunjungi wartawan belum lama ini, Senin (11/5/2020) lalu, pasangan lansia ini mengaku tidak mendapatkan bantuan pemerintah baik, bantuan pangan non tunai atau (BPNT), bantuan langsung tunai (BLT) dana desa, atau bantuan lainnya.

Padahal mereka sangat berharap bantuan tersebut bermanfaat untuk membantu kesusahan hidup yang dialami.
Najo Hamzah salah seorang warga desa sekitar, pada Metrosulteng.com mengaku prihatin dengan sistem ataupun mekanisme penetapan masyarakat selaku Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Baca juga:  Rotasi Pejabat, Jurus Terakhir Petahana Jelang Masa Cuti Pilkada

Sebab bantuan sembako berupa beras 10 Kg yang belum lama ini dibagikan oleh pihak Pemdes Toima di tiga dusun yang ada di wilayah tersebut, proses pendataannya ditengarai tidak tepat sasaran.

Pasalnya, kebanyakan masyarakat penerima bantuan masih dikategorikan produktif dan memiliki pekerjaan. Sementara warga lain yang jelas-jelas tidak beraktivitas lagi karena faktor lanjut usia (Lansia) masih ada yang tidak terdata dan tak mendapatkan bantuan. Seperti yang dialami pasangan lansia Wahab Talibu dan Muti Lahay.

“Kemarin mereka tidak mendapatkan bantuan sembako beras. Padahal data mereka sudah dilaporkan ke Dinas Sosial Kabupaten Banggai sebelumnya. Saya sendiri bingung dan tidak mengerti bagaimana proses pendataan nama-nama masyarakat yang mendapatkan bantuan,” sebut Najo.

Kata dia, memang pasangan lansia ini di tahun sebelumnya tercatat sebagai penerima bantuan rastra dari pemerintah pusat. Namun ketika program ini dirubah penyalurannya menggunakan kartu gesek elektronik, pasangan lansia ini diketahui sudah tidak lagi menerima bantuan.

Tragisnya, di tengah krisis pandemi covid-19 seperti sekarang ini, pasangan lansia yang kesehariannya hanya tinggal berdua di gubuk kecil dengan kondisi memprihatinkan itu, ternyata belum ada satupun bantuan yang mereka terima, tambah Najo.

Baca juga:  Membanggakan, Pemkab Banggai Raih Predikat A Sistem Akuntabilitas Kinerja 2019

FAKTA SEBENARNYA

Menyusuri kebenaran pemberitaan ini, awak media ini kemudian menelusuri kehidupan pasangan lansia yang dikatakan berusia 100 tahun itu. Dimana pada Selasa (19/5) kemarin, salah satu kru media langsung menyambangi rumah kakek dan nenek yang berada di desa Toima itu.

Dikatakan berusia 100 tahun untuk kakek Wahab Talibu, ternyata usia kakek itu 77 tahun. Yakni lahir pada tanggal 1 Juli 1943. Sementara istrinya yang mengalami kelumpuhan di bagian kaki, yakni nenek Muti Lahay, bukan berusia 70 tahun, melainkan 60 tahun dengan tanggal kelahiran 10 April 1960.

Keduanya, selama ini telah mendapat perhatian pemerintah, baik dari pemerintah daerah kabupaten Banggai, pemerintah kecamatan Bunta, hingga pemerintah desa Toima. Hal ini berdasarkan pengakuan kakek Wahab Talibu maupun istrinya, nenek Muti Lahay.

Perhatian itu berupa tercovernya dalam sejumlah program pemerintah, salah satunya inovasi pengentasan kemiskinan kabupaten Banggai yang digodok Bupati H Herwin Yatim, serta BLT desa setempat.

“Ada. Kami sering dapat bantuan pemerintah. Hampir tiap bulan ada saja bantuan yang kami dapatkan,” aku keduanya bersamaan, namun lupa untuk merincikan lebih lengkap program apa saja dari pemerintah itu.

Baca juga:  Pemda Banggai Hutang Tagihan Listrik PLN Rp1,5 M

Mengecek fakta pemberitaan metrosulteng.com, diketahui pula bahwa perhatian Pemda Banggai kepada pasangan lansia ini beberapa waktu yang lalu bahkan diantarkan langsung oleh ‘orang dekat’ bupati Banggai. Yakni berupa sembako dan keperluan lainnya.

Adalah Mala Toana, staf Bupati Banggai yang juga tergabung dalam Mace HY. Dihubungi kemarin, Mala sangat menepis pemberitaan yang mengatakan pasangan lansia yang masih merupakan keluarganya itu, tak mendapat perhatian pemerintah daerah atau jajarannya.

“Tidak mungkin pak. Itu berita fitnah. Mereka (pasangan lansia-red) masih merupakan keluarga saya. Tidak mungkin saya tidak memperhatikan keluarga saya. Minggu lalu lagi, bantuan berupa sembako dan lainnya dari bupati, saya antarkan langsung,”katanya.

Bahkan, bukan hanya pemerintah daerah atau jajarannya yang juga memberi perhatian kedua kakek nenek ini. Oleh PK KNPI Bunta dan Karang Taruna Bunta, juga selalu memperhatikan kondisi mereka berdua selama ini. Dimana juga beberapa hari lalu PK KNPI Bunta, menyambangi keduanya untuk diberikan bantuan sembako. Dan hal itu diakui pihak KNPI saat dihubungi.

Sehingga dengan fakta yang didapatkan kru media di lapangan, pemberitaan mengenai pasangan lansia berumur 100 tahun miskin di desa Toima, kecamatan Bunta, yang tak mendapat bantuan pemerintah, tidak benar. *

(jay)