Kejang-kejang, Security Pertamina EP Mendadak Meninggal di Pos Penjagaan CPP Donggi

oleh -2.405 views
Ilustrasi [google]

SANGALU, Toili – Salah seorang Security yang bertugas di CPP Donggi milik PT Pertamina EP Field Asset 4 yang terletak di Desa Dongin Kecamatan Toili Barat Kabupaten Banggai dikabarkan meninggal dunia saat bertugas, pada Jumat (22/5/2020) sekira pukul 14.30 Wita.

Informasi yang dihimpun media ini menerangkan bahwa sebelumnya security yang juga merupakan warga Desa Mekar Sari Kecamatan Toili Barat itu, awalnya mengeluh karena merasa sakit di bagian dada.

Selang beberapa menit, salah seorang karyawan lain yang mengemudikan mobil tangki membunyikan klakson saat melihat pos jaga security dalam kondisi kosong. Namun klakson yang dibunyikan tak terjawab, Ia pun turun dan menghampiri pos penjagaan CPP Donggi. Saat itu, Ia melihat security (korban) sedang kejang-kejang di lantai.

Setelah memanggil rekan lainnya, korban pun langsung dilarikan ke Puskesmas Toili II. Sayang, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.

Baca juga : Warga Hadang Kedatangan Pekerja PT DS-LNG dan Pertamina EP di Banggai

Menurut keterangan sejumlah saksi mata menyebutkan I Ketut Nuriadita atau biasa disapa pak Titik, awalnya terlihat sehat dan bugar. Namun pada sekira pukul 14.00 Wita dirinya kejang-kejang di pos security Pertamina EP dan sempat mengeluarkan cairan berbusa dari mulutnya hingga akhirnya harus dilarikan ke klinik perusahaan, sebelum akhirnya di rujuk ke Puskesmas dan mengehembuskan nafas terakhirnya.

Sejumlah kecurigaan pun bermunculan, termasuk pihak keluarga yang meminta agar polisi melakukan penyelidikan atas meninggalnya adik dan saudara mereka itu. Ditengarai security pada Pertamina EP ini meninggal dengan tidak wajar, hal itu mendasari sejumlah kejanggalan pada tubuh korban serta masih segarnya korban saat meninggalkan rumah ke tempat kerja.

Abon salah seorang karyawan yang juga security mengatakan, korban pada hari itu tidak mengeluhkan adanya sakit, hanya saja korban saat itu terlihat seperti biasa membawa makanan sendiri. Sekira pukul 12.00 Wita, dirinya izin kepada korban untuk melaksanakan sholat, saat selesai sholat korban terlihat kejang-kejang dan langsung dibawa dengan kendaraan Ambulance.

Baca juga:  Jalur Pipa Masih Bermasalah, Pertamina EP Diminta Bayar Lahan Warga

“Sejak pagi tidak terlihat korban makan, saya tidak lihat dia makan mungkin waktu sementara saya sholat dia makan saya tidak tahu. Tidak ada tanda-tanda sakit atau mengeluh sakit, bahkan saya sempat bercanda dan tertawa-tertawa dengan pak Titik. Tidak ada tanda-tanda korban akan meninggal,” katanya sembari membenarkan bahwa kejadian itu sudah diketahui oleh pimpinan security.

Keterangan yang sama disampaikan Samsudin Lajali, karyawan di PT Kota Minyak sebagai driver yang menyaksikan secara langsung I Ketut Nuriadita meregang nyawa.

Diceritakan Samsudin, saat itu dirinya hendak masuk ke areal Pertamina EP mengendarai mobil, seperti biasa untuk memberikan tanda agar security membuka pintu portal, dirinya membunyikan klakson. Namun sudah lebih dari lima kali pintu portal belum juga dibuka.

Samsudin mengira I Ketut Nuriadita saat itu tengah bercanda sehingga ia kemudian coba melongok ke dalam pos. Saat melihat ke dalam, nampak korban sudah dalam keadaan kejang-kejang tergeletak di lantai dalam keadaan terlentang.

Baca juga:  Kendaraan Tak Lengkap? Siap-siap Ditilang!

Melihat hal itu Samsudin lalu berteriak memanggil teman-temannya untuk membantu korban. Saat itu korban dibawa ke klinik guna menjalani perawatan hingga akhirnya harus di rujuk ke Puskesmas menggunakan mobil ambulance.

“Belum ada tanda-tanda busa saya lihat, cuma badanya saat itu agak gemetar seperti kejang-kejang. Saya lalu memanggil teman-teman yang lain untuk membantu, korban lalu diangkat ke klinik. Korban saat itu sudah dalam keadaan tegeletak,” ujarnya.

Baca jugaPositif COVID-19 Banggai Bertambah Satu Orang dari Kecamatan Moilong

I Made Sudama, kerabat I Ketut Nuriadita. [SANGALU/ Ist]
Ketut driver Kondensat, Rama Jaya Bali subkontraktor dari Pertamina EP yang merupakan saksi mata lainnya menjelaskan, kepada dirinya korban mengaku dia lelah, saat itu hanya korban sendiri yang berada di pos, sementara rekannya tengah sholat.

Sekira pukul 12.00 Wita kata Ketut, korban sempat membukakan pintu, dia mengaku capek dan baru saja selesai makan. Makanan yang dimakan korban merupakan makanan yang Ia bawa sendiri.

Mengetahui korban tengah makan, Ketut bersabar menunggu sekira lima menit di depan pintu portal, korban lalu terlihat mencuci tangan dan selanjutnya membukakan pintu portal.

“Dia cerita sesak nafas, terlihat roman muka sudah pucat. Saat itu saya sudah menjauh dari Pos Security yang dijaga korban. Namun saat mendengar teriakan meminta pertolongan maka saya balik kembali ke posko korban, saat itu langsung dibawa ke Klinik. Korban meninggal saat diperjalanan menuju Puskesmas, lihat fisik sudah biru badannya,” tambah Ketut.

Baca juga:  Warga Hadang Kedatangan Pekerja PT DS-LNG dan Pertamina EP di Banggai

I Made Sudama, kakak Korban yang dimintai keterangannya meminta polisi melakukan penyelidikan berkaitan dengan kematian adiknya itu. Hanya saja keluarga sudah ikhlas dan tidak keberatan dengan kejadian meninggal adik mereka itu, berdasarkan hasil rembuk keluarga menyatakan menolak dilakukan outopsi terhadap tubuh korban.

“Paling penting ini kami meminta perhatian perusahaan kepada keluarga korban berupa santunan dan lainnya yang menjadi hak korban, apalagi kita ketahui korban meninggal saat tengah bekerja,” kata I Made Sudama.

Hingga saat ini belum ada penjelasan resmi dari pihak Pertamina EP, hanya saja sejumlah masyarakat menduga bahwa kematian korban yang tidak wajar itu bisa saja disebabkan oleh beberapa faktor. Selain adanya upaya dugaan tindak pidana bisa saja kematian korban karena terpapar corona, pasalnya korban selama ini diketahui seringkali bepergian juga ke luar wilayah Kecamatan Toili Barat.

Humas Pertamina EP, CPP Donggi Matindok, Iksan saat dikonfirmasi terkait meninggalnya security mengaku belum mendapatkan informasi. Ia mengatakan baru tahu persoalan itu setelah dikonfirmasi awak media.

“Jadi terkait dengan imfo meninggalnya salah satu security, saya nggak tau. Karena saya tidak pernah keluar rumah sejak hari selasa,” ungkapnya.

Iksan kemudian menyarankan agar menghubungi rekan-rekan security korban. Pasalnya, Ia sama sekali belum mendapatkan informasi.

“Mungkin sama teman-teman security-nya bisa dimintai informasi terkait kejadian itu,” tutup Iksan.*

(Bay/aum)