Bupati Bangkep Minta Hentikan Distribusi Bantuan COVID-19 Jika Terjadi Keributan

oleh -328 views
Bupati Banggai Kepulauan, Rais D. Adam saat melaunching penyaluran BST Kementerian Sosial, Senin (18/5). [SANGALU/ HO-Diskominfo Bangkep]

SANGALU, Banggai Kepulauan – Bupati Banggai Kepulauan (Bangkep) Rais D. Adam meminta kantor pos menghentikan penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) jika terjadi keributan. Itu ditegaskan untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal tak diinginkan dalam pendistribusian bantuan Rp600.000 untuk setiap Kepala Keluarga (KK) dari pemerintah itu.

“Bantuan bagi masyarakat terdampak COVID-19 ini dibagikan secara cuma-cuma. Jadi hati-hati, jangan sampai ada permainan dari tangan-tangan nakal oknum tak bertanggungjawab,” tegas Bupati Rais saat melauncing penyaluran BST Kementerian Sosial dan beras gratis dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) di kantor Bupati Bangkep, Senin (18/5).

Untuk proses penyaluran, Bupati Rais menekankan pihak terkait agar wajib melibatkan aparat keamanan, yakni TNI/Polri atau Pol-PP.

Baca juga:  Mati Hidup Listrik PLN, Karyawan Koperasi Mitra Abadi Tewas Kesetrum

“Ingat, jangan sekai-kali pendistribusiannya tanpa melibatkan aparat keamanan,” tekan Bupati Rais.

Mantan perwira Polri ini menjelaskan, keterlibatan aparat sangatlah penting untuk memastikan proses penyaluran berjalan aman, tertib dan sesuai peruntukan. Selain itu, protokoler kesehatan pencegahan COVID-19 juga harus tetap dilaksanakan.

Baca jugaLegislator Bangkep Kritik Kinerja Jubir Gugus Tugas COVID-19

Sebelumnya, penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Desa Luk Sagu, Kecamatan Tinangkung Utara, Senin kemarin, dikabarkan ricuh. Itu tergambar dalam sebuah video yang beredar luas di sejumlah WhatsApp grub. Dimana Camat Tinangkung Utara terpaksa bersuara keras untuk meredakan situasi.

Informasinya, kekacauan ditengarai oleh sejumlah warga yang protes kebijakan pemerintah desa (Pemdes) setempat, karena dianggap tidak transparan mengenai data penerima BLT. Akibatnya, warga yang menyangka namanya masuk dalam daftar penerima juga ikut menghadiri kegiatan penyaluran.

Baca juga:  Hindari Karantina, Warga Tataba dari Morowali Kelabui Gugus Tugas COVID-19

Pemdes, kata mereka, tidak menyampaikan pemberitahuan tentang nama-nama penerima. Sehingga mereka yang menganggap kurang mampu ikut melibatkan diri pada kegiatan penyaluran.

Sayangnya, sampai berita ini diturunkan belum ada penjelasan dari Pemdes Luk Sagu ataupun Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa.*

 

(LD)