338 Ton Beras ke Taliabu? Bupati Herwin: Jangan Mengada-ada! 

oleh -1.121 views
Bupati Banggai, Ir H Herwin Yatim MM

SANGALU, Luwuk – Bupati Banggai Herwin Yatim menyebut informasi pemuatan beras sebanyak 338 ton di Pelabuhan Luwuk keliru dan mengada-ada. Meski Ia pun mengakui ada permintaan beras dari Pemda Taliabu sebanyak 500 ton.

“Jangan mengada-ada pak, permintaan pembelian beras oleh pemda Taliabu memang 500 ton. Tapi melalui tahapan dan tidak serta merta dimuat dalam jumlah banyak 300 ton seperti dalam berita itu,” paparnya, Rabu (13/5) malam sekira pukul 23.50 Wita.

Bupati Herwin menjelaskan berdasarkan hasil rapat tim yang dipimpin Asisten Dua Setda Banggai dengan menghadirkan seluruh OPD memang membahas permintaan pembelian beras sebanyak 500 ton dari Pemda Taliabu, Maluku Utara.

Permintaan pembelian beras asal Kecamatan Toili itu tetap disesuaikan dengan produksi beras di Kabupaten Banggai. Bupati Herwin menyebut produksi beras memang tengah menumpuk di Kecamatan Toili, Moilong, Toili Barat dan Batui Selatan.

“Sehingga jika Bulog Banggai menjamin stok beras kita aman sampai lima bulan ke depan maka tidak ada masalah sampai keluar 500 ton ke saudara kita di Taliabu,” ungkapnya.

Baca juga:  Polsek dan Masyarakat Sampaka Gelar Pinasa

Dengan begitu, kata Bupati Herwin, ketika ada daerah tetangga butuh pangan maka teyal terkoordinasi dengan baik agar tidak terkesan penyeludupan.

Baca juga: 338 Ton Beras asal Toili Siap Berlayar ke Pulau Taliabu

Proses pengangkutan beras ke atas kapal North Maluku 01 di Pelabuhan Luwuk, Rabu (13/5) malam sekira pukul 22.15 Wita. [SANGALU/ Jaka]

Hanya 90 Ton Beras

Asisten II Setda Banggai, Alfian Djibran mengungkapkan bahwa beras yang akan terkirim ke Kabupaten Pulau Taliabu tidak mencapai 300 ton seperti diberitakan sebelumnya. Ia mengaku tahap awal hanya 90 ton dari 14 truk pengangkut beras. Meski Ia tak membantah jumlah banyak pesanan beras dari Taliabu.

“Atas dasar kemanusiaan sesuai permintaan pemda Taliabu tapi yang dilepas pagi tadi hanya 90 ton saja. Belum semua termuat. Kalau stok kita masih cukup sampai lima bulan ke depan,” terangnya.

Diketahui, Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara melalui surat bernomor: 01/GT-PT/V/2020 tanggal 8 Mei 2020. Memerintahkan kepada tujuh orang anggota gugus tugas COVID-19 Kabupaten Pulau Taliabu untuk melakukan tugas pengurusan bantuan logistik (beras) di Kabupaten Banggai.

Baca juga:  Terima Honor, Pemuka Agama Diminta Fokus Pembinaan Mental Masyarakat

Namun karena adanya surat Dinas Perhubungan Kabupaten Banggai bernomor: 522/469/Bid.Pelkeb tanggal 8 Mei 2020 tentang Pelarangan Sementara Angkutan Transportasi Laut.

Maka Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu kembali mengeluarkan surat bernomor: 751/81/Setda, perihal Permohonan Izin Pemuatan Logistik tertanggal 11 Mei 2020 yang ditandatangani Sekretaris Daerah Kabupaten Pulau Taliabu, Salim Ganiru.

Surat yang ditujukan ke Dinas Perhubungan Kabupaten Banggai tersebut, juga berisikan keterangan bahwa beras yang akan dimuat KM North Maluku 01 adalah beras bantuan COVID-19 Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu.

Sementara itu, berdasarkan surat laporan pemuatan beras oleh koperasi produsen tani “Prima Tani Makmur” di Desa Tolisu, Kecamatan Toili, bernomor: 03/KOPTAN-PTM/V/2020 tanggal 11 Mei 2020.

Pengurus koperasi menyampaikan kepada dinas terkait untuk pemuatan 338 ton beras di KM North Maluku 01 yang berlabuh di Pelabuhan Luwuk. Surat tersebut juga ditembuskan ke Bupati Banggai.

Baca juga:  Amir Tamoreka: Yang Jadi Bupati Sudah Ditentukan Allah SWT

 

Larangan Jual Beras ke Luar Daerah

Sebelumnya, Bupati Banggai Herwin Yatim mengeluarkan surat bernomor: 500/525/BAG.EKON, tanggal 3 April 2020 perihal penertiban dan pengawasan bahan pokok.

Dalam surat tersebut, bupati memerintahkan kepada petugas agar menertibkan distribusi bahan pangan/bahan pokok di Kabupaten Banggai. Melaksanakan koordinasi dengan pemerintah Banggai Laut dan Banggai Kepulauan terkait nama-nama pengusaha pengirim dan penerima bahan pokok.

Selain itu, barang yang dikirim harus benar-benar berasal dari kabupaten lain bukan dari kabupaten Banggai.

Meneliti dengan benar apabila ada bahan pokok seperti beras, minyak goreng, gula pasir terigu dari lainnya yang berasal dari kabupaten Banggai, maka tidak diizinkan keluar daerah karena kabupaten Banggai sementara dalam pengendalian stok bahan pokok tersebut, sebagai dampak dari pandemi global COVID-19.*

 

 

(van/awi)