120 Desa Cairkan DD Tahap I tapi Baru 14 Desa Salurkan BLT, Ada Apa? 

oleh -754 views
Bupati Banggai Herwin Yatim saat menyalurkan BLT yang bersumber dari DD, Jumat (1/5). [SANGALU/ HO- Humas Pemda]

SANGALU, Luwuk – Sebanyak 120 desa dikabarkan telah mencairkan Dana Desa (DD) tahun 2020 di Kabupaten Banggai, namun dari data sementara baru sekira 14 desa yang sudah menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebagaimana instruksi Menteri Desa dan PDTT terkait penggunaan DD sebagai langkah antisipasi penyebaran COVID-19 di Indonesia.

Kepala Seksi Administrasi dan Sistem Informasi Desa, Bidang Penyelenggaraan Pemerintah Desa DPMD Kabupaten Banggai, Adrianto menyatakan, sampai dengan Jumat (1/5/2020) kemarin sudah 120 desa yang melakukan proses pencairan DD tahap I tahun 2020.

“Sudah 120 desa yang cair pak dana desanya,” kata Adrianto, via WhatsApp sebagaimana dilansir mosiamocom.

Adapun nama-nama desa yang terakhir mencairkan pasca revisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes), bahkan sudah diverifikasi Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Kabupaten Banggai antara lain; Desa Bonebobakal dan Desa Tinonda, Kecamatan Lamala. Desa Talima A, Talima B, Kiloma dan Desa Ra’u, Kecamatan Balantak.

Selain itu, Desa Bajo Poat, Sinampangnyo, Sepa, Uwedaka dan Desa Sammajatem, Kecamatan Pagimana. Desa Lumpoknyo, Kecamatan Luwuk. Desa Sayambongin, Kecamatan Nambo. Desa Samadoya, Kecamatan Kintom. Desa Tompotika Makmur dan Desa Serese, Kecamatan Masama. Serta Desa Bahingin, Kecamatan Lobu.

Baca juga:  Dua Tenaga Medis di RSUD Luwuk Positif Covid-19

Sementara, dari 120 desa yang sudah mencairkan DD tahap I, tercatat data distribusi BLT di daerah ini baru tersalurkan di 14 desa. Ada apa?

Isu yang beredar menyebutkan bahwa, penyaluran BLT wajib menunggu kehadiran, dan disaksikan langsung pemimpin daerah dalam hal ini Bupati Banggai, Herwin Yatim.

Parahnya, beberapa desa yang telah siap menyalurkan BLT DD terpaksa menunda penyaluran hanya karena instruksi pemangku kebijakan wilayah di atasnya.

Terpisah, Bupati Banggai Herwin Yatim saat diklarifikasi terkait isu yang beredar menepisnya. Ia menegaskan tidak pernah ada niatannya seperti itu.

Ia menjelaskan kehadiran mereka ke pembagian BLT DD merupakan bentuk peninjauan, apakah penyaluran sudah sesuai aturan dan melihat langsung apa yang menjadi keluhan di tingkat bawah.

“Tidak benar seperti itu. Kehadiran saya di kecamatan-kecamatan itu adalah untuk memotivasi pencairan yang harus sesuai aturan dan tepat sasaran. Saya sarankan kades lain supaya bisa ikuti apa yang sudah dilaksanakan oleh desa dimana saya ikut menyerahkan secara simbolis,” terangnya via pesan singkat WhatsApp, Senin (4/5) sore.

Baca juga:  Hasil Swap Negatif COVID-19, PDP RSUD Luwuk Dipulangkan ke Rumah

Bupati Herwin kembali menegaskan bahwa kehadiran bupati dan wabup adalah untuk memastikan sekaligus evaluasi aturan sudah dilaksanakan dengan benar.

“Tolong jangan dipolitisir lagi. Beritahu mereka bahwa saya tidak ingin gaduh karena mau konsen dengan penanggulangan COVID-19 dan mengatasi dampak yang muncul sesuai arahan pemerintah pusat,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan penyaluran BLT DD dan bantuan pemerintah lainnya seperti, bansos provinsi dan pemda Banggai harus benar-benar tepat sasaran.

Utamanya tidak tumpang tindih, serta menjadi bagian dari upaya mengatasi dampak atas taatnya masyarakat terhadap instruksi pemerintah, untuk tetap di rumah saja dan jaga jarak. Menggunakan masker saat bepergian dan rajin mencuci tangan atau bersih-bersih diri.

“Penyampaian saya sejak mengadiri di Luwuk Timur, Toili, kemudian Lobu dan Mantoh sudah sangat jelas. Bahwa bagi desa-desa yang lain harus mengikuti contoh di desa yang diunggulkan oleh camatnya,” tandasnya.

Baca jugaBLT Tersalurkan, Bupati Banggai Diapresiasi Menteri Desa Iskandar

Bupati Banggai Herwin Yatim saat memberikan arahan pada penyaluran BLT DD Tangkiang, Kecamatan Kintom beberapa waktu lalu. [SANGALU/ HO- Humas Pemda]

14 Desa Salurkan BLT

Baca juga:  Danau Paisu Pok, Air Hitam Sebening Kaca di Banggai Kepulauan

Hingga saat ini, tercatat 120 dari 291 desa di Kabupaten Banggai telah mencairkan DD tahap I tahun 2020. Sebanyak 14 desa diantaranya telah menyalurkan BLT DD ke masyarakat.

Mereka yang telah menyalurkan BLT DD antara lain; Desa Batu Simpang menyalurkan Rp24 juta untuk 40 kepala keluarga, Desa Lobu sebesar Rp15 juta untuk 25 kepala keluarga. Desa Sidomukti non tunai untuk 12 kepala keluarga, Desa Binotik Rp22,2 juta untuk 37 kepala keluarga.

Desa Garuga sebesar Rp25,2 juta untuk 42 kepala keluarga, Desa Louk sebesar Rp17,4 juta untuk 29 kepala keluarga. Desa Tangkiang sebesar Rp46,8 juta untuk 78 kepala keluarga, Desa Kalolos sebesar Rp61,5 juta untuk 103 kepala keluarga.

Kemudian, Desa Babang Buyangge sebesar Rp20,4 juta untuk 34 kepala keluarga, dan Desa Kampangar sebesar Rp58,2 juta untuk 97 kepala keluarga.

Desa Sentral Sari Rp31,8 juta untuk 53 KK, Desa Pangkalaseang Rp60 juta untuk 100 KK. Lalu, Desa Teku sebesar Rp52,8 juta untuk 88 KK, dan Desa Toweer sebesar Rp42 juta untuk 70 KK.*

 

 

(sf/van)