Waduh! Sepekan di Luar, Napi Asimilasi Lapas Luwuk Bobol Hotel Swissbelin

oleh -507 views
FK alias RJ, narapidana asimilasi Lapas Luwuk saat diamankan polisi bersama belasan unit televisi hasil curiannya, Senin (20/4). [SANGALU/ Ist]

SANGALU, Luwuk – Seorang narapidana Lapas Kelas IIB Luwuk berinisial FK alias RJ (28), kembali berulah. FK ditangkap polisi, Sabtu (18/4) atas pancurian yang dilakukannya di dua tempat berbeda.

Napi yang baru menjalani masa asimilasi selama 2 pekan ini, mengambil belasan televisi di dua Tempat Kejadian Perkara (TKP), yakni Hotel Swissbelin Luwuk dan Kantor Kelurahan Tombang Permai.

Kapolres Banggai AKBP Budi Priyanto, menjelaskan, tersangka mencuri sebanyak 11 televisi di hotel Swissbellin Luwuk dan satu televisi di kantor Kelurahan Tombang Permai.

Baca juga:  Rapid Test Diarahkan ke Klinik Swasta? Ini Penjelasan Kadis Kesehatan Banggai

Tersangka ditangkap di depan rumah mertuanya di kompleks Kepala Dua Atas, Kelurahan Simpong, Kecamatan Luwuk Selatan pada Sabtu kemarin. Namun, semua hasil curian baru berhasil diamankan pagi tadi.

“Tersangka adalah narapidana asimilasi pandemi virus corona yang baru dua pekan keluar,” ungkap Budi Priyanto seperti dilansir sultimnewsid.

Saat ini, tersangka beserta barang bukti sudah berada di Mapolres Banggai untuk pemeriksaan lanjutan.

Baca juga:

Baca juga:  Abdul Rakhman Baso Pimpin Polda Sulteng

Diketahui napi asimilasi adalah proses pembinaan narapidana dan anak didik pemasyarakatan yang dilaksanakan dengan membaurkan narapidana dan anak didik pemasyarakatan dalam kehidupan masyarakat.

Namun pada beberapa kasus di Indonesia, sejumlah napi asimilasi terdampak virus corona kembali berulah. Sehingga banyak yang kemudian ditangkap dan dijebloskan kembali ke balik jeruji besi. Salah satunya di Luwuk, Banggai, Sulawesi Tengah.

Tahun ini, Lapas Klas IIB Luwuk diketahui mengeluarkan sejumlah napi atas kebijakan pemerintah terkait antisipasi penyebaran virus corona. Jumlah yang dilepaskan sekitar 100 orang lebih.

Baca juga:  Rapid Test, Seorang PDP Positif Corona di Banggai

Mereka yang mendapatkan asimilasi beberapa diantaranya merupakan napi narkotika, pelanggaran undang-undang kesehatan, perlindungan anak dan pencurian serta penganiayaan.*

 

 

(van/nw)