Selama Pandemi COVID-19 Mewabah, Dinkes Catat 6.869 ODR Masuk Banggai

oleh -420 views
Grafis Orang Dalam Pemantauan (ODR) yang masuk ke Kabupaten Banggai selama pandemi COVID-19. [SANGALU/ HO- Dinkes Banggai]

SANGALU, Luwuk – Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai bersama Tim Gugus Tugas COVID-19 mencatat sebanyak 6.869 Orang Dengan Risiko (ODR) masuk ke wilayah Kabupaten Banggai.

Itu terlihat dari tabel publikasi yang dirilis Juru Bicara COVID-19 Kabupaten Banggai, Nurmasita Datu Adam, Senin (20/4) siang. Sebanyak 3.804 ODR masih dalam pemantauan tim gugus tugas COVID-19, 476 orang diantaranya baru tiba.

Sementara, ODR yang sudah selesai masa pemantauan tercatat sebanyak 3.065. Mereka dinyatakan sehat setelah melalui masa karantina mandiri yakni 14 hari setelah tiba di Kabupaten Banggai.

Baca juga:  Selain Dua Nakes, Satu Terkonfirmasi Positif Covid-19 Disebut dari Rujab Bupati?

Dari jumlah di atas, secara kumulatif jumlah ODR yang masuk ke daerah tercatat sebanyak 6.869 orang. Mereka dikategorikan sebagai ODR karena beberapa kriteria. Salah satunya, tidak memiliki gejala namun berasal dari wilayah terpapar atau wilayah yang masuk kategori zona merah COVID-19.

Sementara untuk update pemantauan COVID-19, Nurmasita merilis jumlah ODP tetap 7 orang dan jumlah PDP juga sama, 7 orang yang saat ini tengah menjalani isolasi di RSUD Luwuk. Sampel swab ke 7 PDP tersebut juga telah dikirim ke BBLK Makassar untuk diteliti.

Baca juga:  PDIP Siap Dampingi Herwin Yatim Hadapi Bawaslu Banggai

“Sampel sudah dikirim kemarin dan kami masih menunggu,” kata Jubir Nurmasita.

Baca juga:

Dr. dr. Anang S. Otoluwa, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. [SANGALU/ Obormotindok]

Apa itu ODR, ODP dan PDP?

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai, Dr dr Anang S. Otoluwa menjelaskan klasifikasi ODR merupakan kebijakan pemerintah untuk dapat memilah antara Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kabupaten Banggai.

dr Anang menjelaskan, mereka yang berasal dari zona merah dikategorikan sebagai  ODR apabila dalam pemeriksaan tidak disertai gejala demam, batuk, bersin-bersin, dan sakit tenggorokan.

Baca juga:  Usai Diperiksa Tim Medis, Penumpang KM Puspita Sari Dipisahkan ke Ambulance

Namun, jika disertai salah satu gejala di atas, dan setelah melalui pemeriksaan dokter ahli paru, tidak ditemukan penyebab lain, maka yang bersangkutan digolongkan sebagai ODP.

“Apabila dalam pemeriksaan dokter ahli paru ternyata ada gejala sesak serta pemeriksaan radiologi ditemukan tanda infeksi paru, maka mereka ini masuk kategori PDP,” kata dr Anang beberapa waktu lalu.*

(van)