Resah Penyebaran COVID-19, Warga Protes Kedatangan Pekerja JOB Tomori asal Jawa

oleh -1.272 views
Warga Batui Selatan ketika melakukan pertemuan dengan managemen perusahaan saat dimediasi pemerintah kecamatan, Minggu (29/3) lalu. [SANGALU/ Ist]

SANGALU, Batui Selatan – Pergantian pekerja oleh perusahan pelat merah Joint Operating Body (JOB) Pertamina-Medco E&P Tomori Sulawesi (JOB Tomori) di Kecamatan Batui Selatan mendapatkan penolakan warga setempat.

Protes warga berawal dari keresahan akan penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19) di Kecamatan Batui Selatan. Alasan itu didasari atas riwayat perjalanan dan asal para pekerja pengganti yakni; dari Jawa dan Sumatera.

“Kami menolak kedatangan mereka karena tidak dilakukan karantina. Mereka langsung diarahkan ke side (kantor,red) tanpa karantina sebagaimana anjuran pemerintah,” kata Aries, Wakil Ketua Karang Taruna Kecamatan Batui Selatan, Selasa (31/3).

Penolakan itu, kata Aries, telah disampaikan ke pihak perusahaan namun diabaikan. Sebelumnya, mereka juga telah meminta pemerintah setempat untuk memfasilitasi aspirasi warga namun semua berjalan buntu. Pihak perusahaan tetap dengan langkahnya dan para pekerja yang dijadwalkan masuk Rabu (1/4) akhirnya tiba lebih awal.

Baca juga:  Kepala Basarnas Palu Dampingi Investigasi Kebakaran Rescue Boat 204 di Luwuk

“Kami merasa dibohongi oleh pihak perusahaan. Mereka sebut pekerja akan masuk pada hari Rabu dan Kamis, tapi faktanya hari Minggu dan Senin pekerja sudah masuk ke side dengan pengawalan aparat kepolisian,” keluhnya.

Aries menjelaskan, sikap yang ditunjukkan managemen JOB Tomori sangat disesalkan Karang Taruna dan KNPI Kecamatan Batui Selatan. Menurutnya, pengiriman pekerja tanpa melalui proses karantina ke wilayah Batui Selatan merupakan sebuah tindakan tidak mendukung imbauan pemerintah.

“Pada intinya karang taruna kecamatan, karang taruna desa dan KNPI kecamatan semua menyatakan dengan tegas, bahwa menolak kedatangan pekerja dari zona merah. Setidaknya diundur sampai tanggal lima sebagaimana pemerintah menambah waktu bencana ini,” paparnya.

Baca juga:

Baca juga:  Bupati Herwin : Kita Tak Bisa Selamanya di Rumah Saja

Sekira 20 orang pekerja JOB Tomori tiba dengan bis perusahaan di Kecamatan Batui Selatan dengan pengawalan aparat kepolisian, Senin (30/3) lalu. [SANGALU/ Ist]
Sementara itu, Ruru Rudianto, Relation & Land Matter section head JOB Tomori mengungkapkan pergantian pekerja sudah direncanakan dengan matang. Bahkan, pemberitahuan kepada pemerintah setempat baik di tingkat desa dan kecamatan sudah dilakukan.

“Jadi kita sudah ada pendekatan sebelumnya terkait pergantian kru ini,” terang Ruru.

Ia menjelaskan bahwa proses pergantian kru telah dilakukan sesuai instruksi pemerintah. Tak hanya itu, managemen JOB Tomori pun sangat concern dengan pemutusan rantai COVID-19 di lingkungan perusahaan.

Baca juga:  Bosan Menagih Janji Perbaikan, Warga Blokade Jalan di Luwuk Timur

“Sebagai info awal, kita juga sudah kordinasi dengan desa. Karena semua pegawai yg melakukan pertukaran di pantau langsung sama management dan tim health and safety perusahaan,” ungkapnya.

Ruru menjelaskan bahwa sebelum para pekerja diterbangkan ke Luwuk, mereka telah menjalani sejumlah pemeriksaan dan karantina diri yang dipantau langsung oleh tim kesehatan perusahaan. Hasilnya, mereka semua dinyatakan negatif dan sehat.

Atas dasar itulah, para pekerja kemudian dikirim ke Luwuk untuk melakukan pergantian pekerja sesuai rencana perusahaan.*

(van)