Rapit Test Negatif, PDP Meninggal di Nambo Dimakamkan dengan SOP COVID-19

oleh -2.930 views
Petugas medis dari RSUD Luwuk saat bersiap dengan peti dan APD lengkap ketika akan menjemput jenazah PDP COVID-19 asal Puskesmas Nambo, Selasa (14/4). [SANGALU/ Ist]

SANGALU, Luwuk – Hanya berselang satu jam setelah penetapan dirinya sebagai Pasien Dalam Perawatan (PDP) COVID-19, seorang warga Sayombongin akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya di Puskesmas Nambo, Selasa (14/4).

Juru Bicara Tim Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Banggai, Nurmasita Datu Adam memaparkan pasien awalnya tiba di Kabupaten Banggai dari Makassar dengan menggunakan mobil kanvas. Tiba di Luwuk pada tanggal 8 April 2020.

Sebagai orang yang baru datang dari wilayah terpapar dan telah ditetapkan sebagai zona merah COVID-19, Ia sempat diperiksa oleh petugas medis dari puskesmas setempat. Hasil skrining hari pertama suhu tubuhnya 36 derajat celcius.

Pasien disarankan untuk isolasi mandiri selama 14 hari di rumahnya. Pada tanggal 14 April 2020,  sekira pukul 11.00 Wita, pasien datang ke Puskesmas Nambo dengan gejala sesak nafas. Petugas medis puskesmas langsung berkoordinasi dengan rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut, dan pasien siap dirujuk ke RSUD Luwuk dengan mobil ambulance 119.

Baca juga:  Pasien Dirawat di Ruang Isolasi COVID-19, dr Anang: hanya Pinjam Ruangan

Belum sempat dirujuk, kondisi pasien semakin memburuk pada pukul 11.30 Wita dan akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada pukul 12.15 Wita.

Berdasarkan Standart Operasional Procedure (SOP) penanganan pasien COVID-19 maka jenazah yang bersangkutan tetap dijemput tim COVID-19 untuk dilakukan pengamanan dan pemakaman sesuai standar.

“Pasien sudah diambil sampel swapnya dan besok akan dikirim ke Makassar. Pasien tiba di Luwuk masih berstatus ODR (Orang Dengan Risiko),” terang Nurmasita Datu Adam melalui WhatsApp grup Media Centre COVID-19 Banggai.

Tak hanya itu, melalui rilisnya, Nurmasita juga menjelaskan bahwa hasil rapid test pada pasien dinyatakan negatif COVID-19. Namun, untuk memastikan itu tetap harus melalui mekanisme pengecekan sampel dahak (Swap) di Laboratorium BBLK Makassar.

Baca juga:  Menyeberang Tahun, Proyek Tugu Pahlawan Belum Rampung

Diketahui, saat ini jumlah Orang Dalam Pengawasan (ODP) COVID-19 di Kabupaten Banggai sudah mencapai 28 orang. Meski begitu, 16 orang diantaranya dinyatakan sembuh tanpa melalui perawatan medis.

Baca juga:

Bupati Banggai, Ir H Herwin Yatim MM

Pemakaman Standart COVID-19

Meski hasil secara pasti belum diketahui, namun pemakaman pasien asal Kecamatan Nambo tetap dilaksanakan dengan SOP pasien COVID-19. Itu disampaikan langsung Bupati Banggai Herwin Yatim melalui WA Grup Media Centre COVID-19.

Menurutnya, pasien memang belum dinyatakan positif COVID-19 sebagaimana disampaikan Jubir Nurmasita Datu Adam. Hanya saja, sebagaimana SOP yang telah ditetapkan pemerintah maka proses pemakamannya tetap dilaksanakan sesuai prosedur.

“Standar penanganan karean masih berstatus diduga maka supaya aman kita sarankan agar diproses pemakaman dan lainnya sesuai standar COVID-19,” terang Herwin Yatim.

Baca juga:  Awal Tahun, Bupati Kumpul ASN, Honorer, Kades dan BPD

Meski begitu, pada saat proses pemakamanan akan dilakukan sejumlah warga di jalur menuju lokasi melakukan aksi dan menolak ambulance dan petugas yang akan melaksanakan tugas pemakaman pasien.

Bupati Herwin menjelaskan bahwa pemakaman sejatinya dilaksanakan di pekuburan sesuai permintaan kepala desa setempat yakni di Desa Solan Baru.

“Lokasi pemakaman sudah siap cuma karena harus melewati jalan yang berbatasan lansung dengan Desa Mendono maka masyarakat yang menerima informasi keliru langsung bereaksi,” paparnya.

Informasi lainnya menyebutkan karena adanya penolakan warga, maka jenazah pasien langsung dibawa pulang ke kamar jenazah RSUD Luwuk. Sementara itu, tim gugus tugas dan pemerintah daerah masih melakukan koordinasi untuk melakukan pemakaman di lokasi yang aman dari penolakan warga. *

 

(van)