Ramadhan dan Ujian COVID-19

oleh -93 views
Ilustrasi

SANGALU, Ramadhan – Selama ini umat muslim menjalankan ramadhan dengan ujian menjaga lapar haus dan godaan lainya, berupa menjaga pandangan dari hal hal yang dilarang untuk dilihat.

Menjaga telinga agar tetap mendengar hal hal yang positif, serta menjaga mulut kita agar kita tidak berbicara hal membuka aib orang ghibah serta menceritan keburukan orang lain.

Namun ramdhan kita tahun ini, Allah tambahkan ujian dengan virus corona atau COVID-19. Tapi bukan berarti ujian kita kali karna Allah benci kita, atau karna Allah menghukum umatnya karena mungkin kita jauh dari ketaqwaan. Mengerjakan apa yang dilarang serta meninggalkan apa yang diperintahkan oleh Allah. Tapi Allah meguji umat-NYA sesuai dengan batas kemampuannya.

Baca juga:  Tak hanya Listrik, Tagihan Air juga bisa Gratis

Baca jugaPerang Melawan Dua Hawa Nafsu di Ramadhan 1441 H

Sebagaimana firman Allah : Allah tidak akan membebani seseorang melainkan dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (mereka berdo’a) : ya Tuhan kami, janganlah engkau hukum kami jika kami lupa atau karna bersalah, ya Tuhan kami, janganlah engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang orang sebelum kami, ya Tuhan kami janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Beri maafkan kami, ampunilah, dan rahmatilah kami, Engkaulah penolong kami maka tolonglah kami dari kaum yang kafir -QS : Al-Baqarah ayat 286

Baca juga:  Puluhan Pengurus KNPI 'Satu Nafas' Disebut Siap Ikuti Jejak Amlin Usman

Dari ayat di atas memperjelas kepada kita semua, bahwa Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya, dan ini merupakan janji Allah. Jadi sesungguhnya Allah tidak akan membebani kita dengan ujian di luar batas kemampuan manusia dan ramadhan pun itu adalah ujian.

Namun dibalik ujian Allah akan memberikan pahala kebaikan jika seseorang yang sedang diuji tersebut bersabar dan melakukan kebaikan dan mencari jalan keluar dengan cara yang diridhai Allah SWT, dan sebaliknya Allah akan memberikan dosa jika tidak bersabar dan mencari jalan keluar dengan cara yang tidak diridhai Allah.

Baca juga:  Mengenal Beragam Ikan Endemik Perairan Sungai di Kabupaten Banggai

Di ayat yang lain Allah berfirman yang artinya ‘karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, dan sesungguhnya, sesungguhnya sesudah kesulitan pasti ada kemudahan‘– QS, Al-Insyirah ayat 5-6.

Sehingga harapan kita semua ketika kita bisa melewati ujian di bulan ramadhan ini, kita keluar seperti manusia yang bersih dari titik titik noda dan dosa, dan kembali bersih serta menjadi umat yang bertaqwa sebagaimana firman Allah diakhir surah Al-Baqara ayat 183 agar kita menjadi umat yang bertaqwa.*

 

 

Penulis: Baharudin L. Agi, Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Banggai