Perang Melawan Dua Hawa Nafsu di Ramadhan 1441 H

oleh -120 views
Ilustrasi [SANGALU/ Bersamadakwah)

SANGALU, RamadhanMarhaban Ya Ramadhan.. Ramadhan tiba, bulan yang penuh dengan keagungan dan keberkahan itu tiba disaat Pandemi Virus Corona melanda.

Setiap bulan Ramadhan, menjadi sebuah keharusan bagi Ummat Islam yang menjalankan puasa untuk menyatakan perang melawan hawa nafsu.

Semua orang Islam yang sudah dewasa dan anak-anak yang sudah mendapat pelajaran Agama Islam di bangku sekolah, sudah tahu hawa nafsu yang harus diperangi saat menjalankan puasa di bulan suci Ramadhan.

Nafsu untuk makan dan minum di siang hari, nafsu menggauli istri di siang hari, nafsu amarah, nafsu untuk membicarakan sesuatu yang sia-sia dan nafsu lainnya yang tidak bermanfaat dan bisa merugikan diri sendiri.

Baca juga:  Sambangi Desa Toima, Mace-mace Winstar Bagikan Sembako

Namun Ramadhan tahun ini, ada hawa nafsu lain yang juga harus kita perangi. Hawa nafsu itu adalah menahan diri untuk tidak menghujat atau melakukan kritik yang terkesan tidak beretika serta berusaha tetap bijak dalam menyikapi imbauan pemerintah.

Sebagai Ulil Amri, Islam memerintahkan untuk taat kepada pemerintah/ pemimpin. Karena dengan ketaatan rakyat kepada pemerintah/ pemimpin (selama tidak maksiat) maka akan terciptalah keamanan dan ketertiban.

Sejumlah Surat Edaran yang berisi Imbauan, dikeluarkan oleh pemerintah, mulai dari pusat hingga di daerah.

Diantaranya adalah soal melaksanakan ibadah Ramadhan dari rumah dengan keluarga inti dan tidak ke Masjid untuk melaksanakan ibadah secara berjamaah, dengan alasan sebagai salah satu langkah preventif memutus mata rantai penyebaran virus Corona.

Baca juga:  Terapkan New Normal, Bupati Persilahkan Buka Kembali Rumah Ibadah

Sontak, hal itu melahirkan pro dan kontra di tengah masyarakat.

Beragam tanggapan muncul dari kubu pro dan kubu yang kontra. Ragam tanggapan tersebut alih-alih menjadi solusi, justru berujung jadi ajang perdebatan liar di medsos.

Padahal jelas Islam melarang seseorang terlibat dalam perdebatan kendati dalam posisi yang benar.

Nah, ternyata menahan diri untuk tetap bijak dan tidak memperdebatkan imbauan pemerintah, juga merupakan hawa nafsu yang harus bisa diperangi.

Karena itu, mari kita hentikan segala perdebatan yang hanya menimbulkan potensi perpecahan.

Baca juga:  Buaya Lalong Berhasil Ditangkap di Pantai Bubung

Justru momentum Ramadhan ini harus bisa digunakan sebagai langkah untuk kembali bersatu melawan Virus Corona dengan cara mengikuti semua anjuran pemerintah.

Kita harus terus berikhtiar sebagai wujud realisasi atas usaha yang telah kita awali dengan doa. Selanjutnya, keputusan mutlak baik atau buruk pasti akan datang dari Allah SWT.*

 

Penulis: Franki Botutihe, Mantan Ketum HMI Cabang Luwuk Banggai 2009 – 2010.