Penerbangan Dihentikan, Bagaimana Nasib Pengiriman Sampel Swab ke Makassar?

oleh -1.166 views
Dr dr Anang S. Otoluwa, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai. [SANGALU/ Steven Pontoh]

SANGALU, Luwuk – Pemerintah Indonesia memutuskan untuk menghentikan sementara layanan transportasi udara untuk penumpang komersil mulai 24 April – 1 Juni 2020.

Lalu bagaimana nasib pengiriman sampel dahak swab Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dari sejumlah daerah di Sulawesi Tengah?

Berdasarkan pengalaman pengiriman sampel swab PDP dari sejumlah daerah yang tengah menghadapi pandemi COVID-19 selama ini, masih menggunakan pesawat penumpang komersil sebagai transportasi utama pengiriman sampel swab ke BBLK Makassar, di Sulawesi Selatan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banggai, Dr dr Anang S. Otoluwa mengakui bahwa pembatasan penerbangan pesawat komersil memang berpengaruh pada proses pengiriman sampel swab dari Kabupaten Banggai.

Baca juga:  Jadikan Penanganan COVID-19 Sebagai Isu Utama Pilkada

Namun, Ia menegaskan bahwa berdasarkan informasi dari Dinkes Provinsi Sulawesi Tengah, saat ini alat pengujian sampel swab telah ada di Palu. Meski begitu, belum diketahui kapan alat itu bisa beroperasi.

“Iya, jadi kita saat ini berharap agar alat yang ada di Palu bisa segera terpasang. Dengan begitu, kita bisa kirim sampelnya lewat jalur darat ke Palu,” terang dr Anang, Jumat (24/4).

Baca juga:

Baca juga:  Pemda Banggai Putuskan Tutup Akses Masuk Jalur Darat dan Laut

Pria lulusan doktor dari Barcelona, Spanyol ini menjelaskan bahwa berdasarkan pengakuan pihak Dinkes Provinsi Sulteng, alat swab saat ini tengah dalam proses pemasangan. Alat tersebut diprediksi akan dapat digunakan dalam waktu dekat.

“Harapan kita itu bisa segera digunakan, sebab alat untuk pengujian swab di RSUD Luwuk juga masih menunggu beberapa kelengkapan alat yang telah dipesan,” paparnya.

Diketahui, seperti dilansir cnbcindonesia, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Novie Riyanto, mengatakan larangan terbang ini baik perjalanan dalam negeri (domestik) maupun luar negeri (internasional).

Baca juga:  Tolak Operasi PT ANI, Warga Blokade Jalan Menuju Tambang Nikel di Koninis

“Untuk sektor tranportasi udara saya sampaikan pertama larangan perjalanan dalam negeri dan luar negeri, baik transportasi udara berjadwal maupun carter 24 April-1 Juni 2020,” kata Novie, Kamis (23/4/2020).

Namun, Novie mengatakan akan ada pengecualian untuk pimpinan lembaga tinggi negara maupun wakil kenegaraan hingga organisasi internasional.

“Selain itu, organisasi penerbangan khusus pemulangan WNI, WNA dan terkait penegakan hukum dan pelayanan darurat petugas penerbangan masih bisa dengan seizin menteri.”

(van/cnbc)