Pasien Dirawat di Ruang Isolasi COVID-19, dr Anang: hanya Pinjam Ruangan

oleh -1.172 views
Ilustrasi pria sakit dada kiri. [Okezone/ Google]

SANGALU, Luwuk – Seorang karyawan perusahaan pelat merah yang berlokasi di wilayah Kecamatan Batui Selatan dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Luwuk karena mengeluhkan demam dan sesak nafas.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan karyawan tersebut belum lama tiba dari wilayah terpapar dan dinyatakan sebagai zona merah oleh pemerintah. Saat tiba, Ia langsung masuk kerja.

Beberapa hari kemudian, karyawan ini mengalami sakit demam dan sesak sehingga harus dirujuk ke RSUD Luwuk.

Tiba di RSUD, atas keluhannya pria ini langsung diarahkan ke tim medis yang menangani pasien COVID-19 karena berkaitan dengan keluhannya. Ia ditempatkan di ruang isolasi COVID-19 di RSUD Luwuk.

Hanya saja, informasi itu ditepis managemen perusahaan. Pihak managemen menyebut karyawannya tidak berkaitan dengan COVID-19. Tapi karena penyakit lain. Bahkan, menurut mereka karyawannya itu, dalam kondisi sehat dan bisa jalan sendiri ke ruang pemeriksaan dokter.

Baca juga:  Lagi Hepi, Dua Pasangan dalam Kamar Penginapan Dijemput Polisi

Perwakilan managemen kemudian mengatakan bahwa karyawannya sore ini akan langsung pulang ke rumah. Untuk memastikan itu, mereka mengirimkan nomor yang bersangkutan untuk dikonfirmasi langsung.

Kepada redaksi sangalu.com via pesan singkat WhatsApp, pria berinisial GL, karyawan perusahaan pelat merah ini membantah informasi yang berkembang.

Menurutnya, informasi terkait dirinya masuk RS karena berkaitan dengan COVID-19 itu tidak benar.

“Waahhh itu salah issue pak. Saya hanya periksa lanjutan untuk follow up sakit dada sebelah kiri saya. Bukan karena issue COVID-19,” jawab GL ketika ditanyakan bagaimana kabar dan perkembangan kesehatannya, Jumat (3/4) sore.

Baca juga:  Didik, ASN Terbaik versi KemenPAN RB Nonjob di Banggai?

GL kemudian menjelaskan bahwa Ia hanya berkonsultasi ke Dokter Penyakit Dalam terkait sakit dada sebelah kiri. Ia ingin memastikan apakah benar ada masalah perihal jantung atau tidak.

“Bukan perihal sesak atau demam. Atau batuk atau flu, atau gejala COVID-19 lainnya,” tegas GL.

Terpisah, dr Yusran sebagai Kepala RSUD Luwuk saat dikonfirmasi mengaku belum mengetahui informasi itu.

“Belum ada info dari tim TGC COVID,” singkatnya.

Baca juga:

Senada dengan itu, Dr. dr. Anang S. Otoluwa sebagai Kepala Dinas Kesehatan yang membawahi Tim Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Banggai mengatakan bahwa, memang tak ada ODP atau PDP yang dirawat di RSUD Luwuk.

Baca juga:  Curi Sepeda Motor, Pemuda Asal Morowali Jadi Tahanan Polsek Batui

Namun setelah ditanyakan mengenai pasien yang berasal dari perusahaan besar di Batui Selatan, Ia langsung mengklarifikasi.

Menurutnya, pasien tersebut bukan pasien COVID-19. Hanya saja, keluhan pasien saat masuk adalah demam dan sesak nafas.

“Ya, itu hanya pinjam ruangan saja. Karena ruangan infeksi sedang disiapkan. Sore ini sudah dipindahkan pasiennya,” jelas dr Anang menjawab pertanyaan mengapa pasien dirawat di ruang isolasi COVID-19.

Dokter Anang juga menyebutkan bahwa pasien tidak masuk dalam daftar ODP atau PDP COVID-19. Pasien dirawat karena penyakit lain.*

(van)

 

Catatan:

Lead dan isi telah mengalami perubahan atas permintaan untuk menjaga privasi karyawan yang bersangkutan dalam berita.