ODP Corona Terbanyak di Kabupaten Banggai ada di Batui

oleh -1.066 views
Grafis pemetaan sebaran ODP dan PDP di Kabupaten Banggai per kecamatan berdasarkan data Tim Gugus Tugas COVID-19, Rabu (1/4). [SANGALU/ HO-Pemda Banggai]

SANGALU, Luwuk – Berdasarkan rilis Tim Gugus Tugas Penanggulangan dan Pencegahan Corona Virus Disease (COVID-19) Kabupaten Banggai, 17 orang masuk dalam daftar Orang Dalam Pemantauan (ODP) di daerah ini. Dari jumlah itu, data pemetaan terlihat ODP paling banyak terdapat di Kecamatan Batui.

Rilis yang disampaikan dalam bentuk grafis itu menunjukkan seorang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) terdapat di Toili Barat. Pasien ini sempat dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Luwuk dan kondisinya terus membaik.

Disisi lain, hasil pemeriksaan Swap (sampel dahak) dari laboratorium di Makassar, Sulawesi Selatan juga disebutkan pasien negatif COVID-19. Meski begitu, tim medis masih mengirimkan sampel kedua untuk lebih memastikan bahwa pasien negatif.

Baca juga:  Diduga Kisruh Asmara, ABG di Bangkep Nekad Gantung Diri

Dari Toili Barat, melewati Kecamatan Toili, Moilong dan Batui Selatan, jumlah ODP terbanyak terlihat di Kecamatan Batui dengan 10 orang. Satu diantaranya disebut telah sembuh karena telah melewati masa inkubasi virus dan kondisinya sehat.

Jumlah ODP di wilayah yang dikelilingi investasi minyak dan gas bumi itu terbilang paling banyak di Kabupaten Banggai. Bahkan, jumlahnya mengalahkan wilayah lain seperti Kecamatan Luwuk yang diketahui sebagai pusat keramaian karena menjadi ibu kota Kabupaten Banggai.

Diposisi kedua adalah Kecamatan Kintom dengan 3 orang, Luwuk Utara 1 orang, Luwuk Timur 2 orang dan Kecamatan Luwuk sendiri sempat terdata seorang ODP namun saat ini telah dikabarkan sehat, karena sudah melewati masa inkubasi virus.

Baca juga:  Perang Melawan Dua Hawa Nafsu di Ramadhan 1441 H

Baca juga:

Diketahui, masa inkubasi virus mematikan ini yakni 14-28 hari. Orang yang baru saja berasal dari wilayah terpapar COVID-19 dan saat tiba di Kabupaten Banggai dalam kondisi sehat sejatinya memiliki resiko paling rentan terpapar COVID-19.

Pasalnya, pemeriksaan tim medis saat Ia masuk ke wilayah Kabupaten Banggai bisa saja menunjukkan sehat. Sebab, pemeriksaan hanya dilakukan pada pengukuran suhu tubuh seseorang dan penyemprotan desinfektan.

Sementara, untuk mengetahui seseorang terpapar COVID-19 dibutuhkan pengecekan darah melalui rapid test atau pengambilan sampel dahak (Swap). Hanya saja, alat pengecekan kesehatan tersebut masih sangat langkah di Indonesia dan sulit diperoleh meski sangat dibutuhkan.

Baca juga:  Pilkada Banggai Menuju Tiga Paslon, setelah AT - FM Kantongi SK PKB

Oleh karena itu, pemerintah kabupaten Banggai melalui tim gugus tugas telah menetapkan sebanyak 1.824 orang masuk dalam kategori ODR (Orang Dengan Risiko) terpapar COVID-19. Mereka ini adalah pelajar/ mahasiswa dan pekerja yang baru saja kembali dari wilayah terpapar, tapi saat tiba menunjukkan hasil pemeriksaan awal sehat.

Oleh tim medis mereka diperbolehkan kembali ke kampung halaman masing-masing dengan syarat wajib mengkarantina diri selama masa inkubasi atau 14 hari. Sayangnya, bebarapa diantara mereka enggan melaksanakan karantina diri dan mengabaikan imbauan pemerintah.*

 

(van)