Masjid Dikunci Selama Ramadan, Gubernur Sulteng dan Bupati Banggai Keluarkan Himbauan

oleh -288 views
Pemerintah Sulteng dan kabupaten Banggai, resmi keluarkan kebijakan menutup Masjid selama Ramadan (foto : Ilustrasi)

SANGALU, Luwuk – Gubernur Sulteng Longki Djanggola, menyatakan bahwa selama Ramadan, seluruh Masjid di wilayah Sulawesi Tengah akan ditutup, dan tak boleh ada kegiatan apapun di dalamnya.

Hal itu dikeluarkan Gubernur Longki saat menghadiri sebuah kegiatan di kabupaten Parigi Moutong, Selasa (21/4) sore kemarin. Hal ini berkaitan dengan penyebaran Covid-19 yang juga telah menyentuh wilayah Sulteng, khususnya kota Palu.

Untuk mendukung pernyataannya itu, Gubernur hari ini akan memimpin rapat Forkopimda dan memastikan tertuang dalam keputusan.

Dalam video pernyataan Gubernur Longki yang telah menyebar luas kemarin, dikatakannya bahwa  secara khusus Gubernur ingin menghimbau seluruh masyarakat Sulteng, untuk mengikuti edaran-edaran pemerintah yang sudah ada.

“Utamanya edaran Menteri Agama menyambut Ramadan,” sebutnya.

Gubernur Sulteng

“Khusus Ramadan, pak bupati tolong dibantu pak, tidak ada satupun kegiatan yang boleh dilakukan di masjid. Istilahnya, kasarnya, masjid harus terkunci. Jadi tolong Kapolres, Babinsa atau apapun, masjid yang ada di desa harus dikunci. Tidak boleh ada kegiatan apa pun di masjid itu selama bulan Ramadan,” kata Gubernur Sulteng.

Baca juga:  Kunjungan Komisi 10 DPR RI, Bupati Banggai Paparkan Rencana Pengembangan Wisata

Kegiatan keagamaan apapun alasannya, apapun dalilnya, lanjut Longki Djanggola, tidak ada. Dengan alasan, karena sudah ada surat edaran Menteri Agama, tentang petunjuk pelaksanaan ibadah Ramadan. Ada maklumat Kapolri. Kemudian ada fatwa MUI.

“Semua sudah ada. Jadi kalau masih ada lagi yang mengatakan oh ini rumah Tuhan, rumah Allah, kami harus. Tidak ada,” ucap Gubernur.

“Apa lebih kurang lagi itu Kabah? Masjid Haram? Masjid Nabawi? Itu sudah ditutup juga. Apa dimana lebih mulia ngana pe masjid apa itu masjid haram? Masih kurang?” Tandasnya.

Baca juga:  Bangun Demokrasi tanpa Hoaks, Polres Banggai Undang Ustad Das'at Latief

“Jadi kalau ada lagi rakyat yang katakan kami punya masjid sangat berkah, sangat keramat dan sebagainya, mana yang lebih keramat dari itu masjid Haram? Lebih keramat dari itu masjid Nabawi? Itu saja ditutup.,” tambah Gubernur.

“Nah kita kok masih ada aja yang nekat-nekatan. Kemarin terpaksa saya telpon pengurus masjid Yamin di Palu. Saya minta harus ditutup. Karena itu tidak boleh.  Kemarin masih Jumatan. Malah rencanakan buka puasa dan lainnya. Saya bilang janganlah,” tutur Gubernur Longki.

“Nanti ada edaran kita besok. Saya minta Danrem dan kepolisian, untuk tegakkan aturan. Artinya kalau masih ada yang ngumpul-ngumpul di Masjid, bubarkan,” Longki menandasi.

BUPATI BANGGAI RALAT HIMBAUAN, RAMADAN DI RUMAH

Senada pernyataan Gubernur Sulteng, Bupati Banggai ternyata juga telah mengeluarkan surat himbauan baru, terkait pelaksanaan ibadah selama Ramadan dan Idul Fitri, pada Selasa (21/4) kemarin.

Baca juga:  Danramil Bunta Buka Blokade Jalan Tambang PT ANI

Dalam surat himbauan nomor 411 itu, bahwa menindaklanjuti surat edaran Menteri Agama dan Gubernur Sulteng, ibadah Ramadan dilakukan di rumah masing-masing.

Bupati Banggai, Ir H Herwin Yatim MM

Beberapa aturan pemerintah daerah selama Ramadan, antara lain sahur, buka puasa, dan tarwih, dilakukan bersama keluarga inti di rumah, dan tidak dibenarkan untuk melakukan sahur on the road ataupun berbuka puasa bersama. Begitu pula dengan pelaksanaan nuzulul Quran.

Masjid, hanya diperbolehkan untuk mengumandangkan adzan, mengumumkan waktu imsak, membangunkan sahur, dan mengumandangkan takbir di malam Takbiran.

Bahkan pembayaran zakat, dilakukan dengan tidak mengumpulkan banyak orang.

Semua kebijakan itu, diambil Gubernur Sulteng ataupun Bupati Banggai, untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19. *

(jay)