Loloskan Beras Keluar Daerah, Oknum Aparat Minta Rp3 Juta

oleh -330 views
Ilustrasi [Berita Bisnis]

SANGALU, Nuhon – Himbauan Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai kepada petani dan pengusaha untuk tidak menjual beras keluar daerah diduga dimanfaatkan oleh oknum Polisi yang bertugas di pos penjagaan COVID-19 di tapal batas Kabupaten Tojo Una-una dan Banggai.

Informasi yang berhasil diperoleh media ini, salah satu pengusaha asal Kecamatan Toili Barat yang hendak membawa sekira 100 sak beras lintas kabupaten ternyata tertahan di pos penjagaan COVID-19 yang ada di wilayah Obo Balingara, Kecamatan Nuhon.

Alhasil, pria berinisial IKGS ini dimintai dana sebesar Rp5 juta untuk bisa membawa beras tersebut keluar daerah. Karena tidak disanggupi oleh pemilik beras, negosiasi jatuh di angka Rp3 juta dan akhirnya mobil beserta beras 100 sak berhasil lolos dari pos penjagaan.

Baca juga:  Rp7,9 Miliar BLT DD Tersalur ke 13.242 Penerima Manfaat di Banggai

Baca jugaKetahuan Bawa Sabu, Oknum Honorer Satpol PP Diciduk Polisi

Kapolres Banggai, AKBP Budi Priyanto S.Ik

Informasi terkait dugaan pungli yang dilakukan oknum aparat tersebut langsung direspon Kapolres Banggai, AKBP Budi Priyanto S.Ik dengan memerintahkan satuan Paminal.

“Saya tindaklanjuti. Untuk menelusuri itu, saya akan turunkan paminal,” tandas perwira dua melati ini, Minggu (26/4) sore.

Kapolres Budi menegaskan dalam penerapan aturan hukum, pihaknya tidak akan tebang pilih. Semua pelanggar akan diproses sesuai aturan yang berlaku, tanpa terkecuali anggota Polri.*

 

Baca juga:  Rektor IAIN Palu: Semua Berhak dapat Beasiswa, Termasuk Mahasiswa Asing

(aum/van)