Kepala Basarnas Palu Dampingi Investigasi Kebakaran Rescue Boat 204 di Luwuk

oleh -215 views
Kepala Kantor SAR Palu, Basrano. [SANGALU/ HO-Basarnas]

SANGALU, Luwuk – Kepala kantor Badan SAR Nasional (Basarnas) Palu, Basrano mendampingi langsung investigasi yang dilakukan penyidik kepolisian atas peristiwa terbakarnya Rescue Boat 204 yang terbakar di areal Pelabuhan Ferry ASDP Luwuk pada Sabtu, (25/4) dini hari.

Kedatangan Basrano ke Luwuk dikatakan untuk mendampingi penyidik kepolisian mencari kebenaran atas penyebab kebakaran kapal andalan Pos SAR Luwuk itu.

Sejumlah keterangan telah diperoleh penyidik dari anggota Pos SAR Luwuk. Namun, untuk lebih memastikan penelusuran juga dilakukan dengan pengecekan bangkai kapal.

Baca juga:  KPU Banggai Siap Berlakukan Protokol Kesehatan saat Pencoblosan

“Hari ini kami akan menyelam untuk mengambil gambar laut. Nanti besok ketemu kita sampaikan hasilnya,” kata Basrano, Minggu (26/4) sore saat Ia dan tim menuju Kecamatan Luwuk Timur untuk menjemput jenazah korban jatuh dari KM Fungka VIII.

Baca juga: Kapal Basarnas yang Terbakar Berisi 7 Ton Solar, Persiapan Operasi SAR di Perairan Bangkep

Dua kapal terbakar di areal Pelabuban Ferry ASDP Luwuk, Sabtu (25/4) dini hari tadi. [SANGALU/ Acho Akinawa]
Diketahui, Kapal jenis Rescue Boat (RB) 204 yang selama ini bertugas melakukan pencarian dan pertolongan di wilayah Kabupaten Banggai, Banggai Kepulauan, Banggai Laut hingga Kabupaten Morowali Utara itu sekira pukul 01.20 Wita hangus terbakar saat tengah berlabuh di areal Pelabuhan Ferry ASDP, di Teluk Lalong, Luwuk.

Baca juga:  Positif COVID-19 Banggai Naik Jadi 8 Orang, Dua Dinyatakan Sembuh

Api yang terus membesar membuat petugas pemadam kebakaran kewalahan. Hingga api merembet ke kapal nelayan di sebelahnya.

Api baru bisa dijinakkan seluruhnya sekira pukul 09.00 pagi. Itu diduga karena kapal RB 204 berisi bahan bakar full tangki karena hendak melakukan operasi SAR di perairan Luwuk – Salakan, Kabupaten Banggai Kepulauan. *

 

(van)

 

Keterangan:

Judul berita telah mengalami perubahan terkait kepala basarnas pimpin menjadi kepala basarnas dampingi investigasi. Demikian pula dengan isi, bahwa investigasi dilakukan oleh polisi.