Jenazah Bupati Morowali Utara Dikubur dengan SOP Standar Pasien COVID-19

oleh -8.584 views
Almarhum Bupati Morowali Utara, Ir. Aptripel Tumimomor M.T. [SANGALU/ Ist]

SANGALU, Morut – Pihak keluarga akhirnya bersepakat, jenazah almarhum Bupati Morowali Utara (Morut) Aptripel Tumimomor dikuburkan di pekuburan Gowa, Sulawesi Selatan, Jumat (3/4) subuh tadi.

Kepala Biro Humas dan Protokoler Provinsi Sulawesi Tengah, Haris Kariming mengungkapkan berdasarkan informasi dari sespri Bupati Morut, almarhum sudah dimakamkan berdasarkan permintaan keluarga dengan standar penguburan COVID-19 di Gowa, Sulawesi Selatan.

“Benar, atas permintaan keluarga jenazah almarhum sudah dimakamkan dengan SOP penguburan COVID-19,” terang Haris Kariming.

Haris menjelaskan meski sebelumnya disebutkan bahwa almarhum Bupati Morut tidak terpapar COVID-19, namun dalam pengobatannya sampel dahak yang bersangkutan tetap diambil dan diuji ke laboratorium yang ada di Makassar.

“Untuk hasil swap sampai saat ini belum keluar. Masih di laboratorium,” paparnya.

Baca juga:  Traveler Rusia Percaya 'Cap Tikus' Mampu Tangkal Virus Corona

Baca juga:

Diketahui, almarhum Aptripel Tumimomor meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Wahidin Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (2/4) sekira pukul 22.30 Wita.

Sebelum dirujuk ke Makassar, Bupati Aptripel sempat menjalani pemeriksaan. Awalnya, dokter yang menangani pengobatannya, menduga Ia terpapar COVID-19. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan melalui rapid test di RS Kolonodale pada tanggal 31 Maret 2020, hasilnya negatif.

Pria kelahiran, Petasia 3 April 1966 itu akhirnya dirujuk ke Makassar atas diagnosa penyakit lain pada tanggal 1 April 2020.

Baca juga:  KNPI Banggai Desak Dinkes Lakukan Sosialisasi dan Publikasi Corona

Dilansir metrosultengcom, Sekda Morut, Guntur didampingi Kadis Kesehatan, Delnan Lauende, Direktur RSUD Kolonodale dan dr. Daniel, Kamis (2/4) menggelar konferensi pers terkait kondisi kesehatan Bupati Aptripel Tumimomor.

dr. Daniel yang menangani kesehatan bupati, memberikan keterangan kronologis mulai dari awal kondisi kesehatan bupati.

Menurutnya, meski hasil rapid test negatif, Ia sempat menyarankan agar almarhum dirawat inapkan di RS Kolonodale. Tapi tawaran itu ditolak dan bupati meminta agar dirawat di rumah dulu sebab kondisinya masih baik.

‚ÄúSementara tindakan yang kami ambil hingga pukul 20.00 wita tetap kita therapy, berikan obat dan dibantu dengan oksigen,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan bahwa berdasar hasil pemeriksaan di ruang ICU, diagnosa klinis mulai dari foto rontgen dan pemeriksaan darah, hasilnya terdapat banyak cairan di paru-paru almarhum.

Baca juga:  Simpan 16,5 Ton di Gudang, Kadis Ketapang Pastikan Stok Beras Aman

Itu terjadi karena dua kemungkinan, kata dr Daniel. Mungkin karena jantung atau mungkin karena infeksi.

Sementara, hasil pemeriksaan lainnya menunjukkan fungsi darah baik, fungsi ginjal juga normal dan fungsi lainnya pun stabil.

Bahkan dalam perjalanan rujukan ke Makassar dengan sebuah ambulance, dikabarkan almarhum masih dalam kondisi baik.

Setibanya di Makassar, meski tidak berstatus ODP atau PDP sebagaimana penyampaian Karo Humas Protokol Provinsi Sulawesi Tengah, Haris Kariming, almarhum tetap diambil sampel dahaknya (Swap) untuk diuji ke laboratorium pengujian COVID-19.

Sayangnya, hingga almarhum menghembuskan nafas terakhir hasil uji laboratorium belum juga keluar.*

(Rls)