DSLNG Peduli Kembali Salurkan Sembako dan Alat Kesehatan

oleh -126 views
External Relation Manager PT DSLNG, Ardya Yosy Rahardjo saat menyerahkan bantuan sembako dan alat kesehatan secara simbolis kepada Bupati Banggai Herwin Yatim, Jumat (24/4) pagi. [SANGALU/ Steven Pontoh]

SANGALU, Luwuk – Komitmen perusahaan dalam membantu pemerintah melawan pandemi virus corona terus digalakkan di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Seperti yang dilakukan oleh PT Donggi Senoro LNG dengan menyalurkan bantuan sembako dan alat kesehatan, Jumat (24/4).

Perusahaan migas yang beroperasi di wilayah Kecamatan Batui ini menyalurkan 5000 unit masker, 100 unit hazmat serta sejumlah hand sanitizer. Tak hanya itu, paket sembako seperti beras 2,5 ton dan setengah ton gula, serta sejumlah minyak goreng.

External Relation Manager PT DSLNG, Ardya Yosy Rahardjo mengungkapkan bahwa bantuan tersebut merupakan komitmen dari program DSLNG Peduli. Dimana sebelumnya, pihak perusahaan juga telah menyalurkan sembako dan bantuan alat kesehatan seperti 400 hazmat melalui pemerintah untuk tenaga kesehatan di Banggai.

Baca juga:  Pemda Banggai Hutang Tagihan Listrik PLN Rp1,5 M

“Hari ini, DSLNG Peduli kembali menyerahkan bantuan sembako melalui Kadis Nakertrans dan alat kesehatan melalui kadis Kesehatan yang diterima langsung oleh bupati Banggai,” terang Ardya.

Baca juga:

Regional Communication – CSR Comdev PT DSLNG, Ardya Yosy Rahardjo (kiri) saat mengabadikan momen bersama Kadis Nakertrans Helena Paedatu, usai menyerahkan bantuan sembako, Jumat (24/4). [SANGALU/ Steven Pontoh]
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan dr Anang S. Otoluwa mengaku sangat terbantu dengan adanya peran-peran perusahaan di daerah. Bantuan alat kesehatan seperti  yang diserahkan DSLNG menurutnya sangat penting dan dibutuhkan petugas medis.

Alasannya, karena saat ini barang-barang tersebut langka dan susah untuk didapatkan, meskipun pemerintah memiliki anggaran yang cukup. Ia menjelaskan bantuan alat kesehatan tersebut nantinya akan disalurkan ke rumah sakit dan puskesmas yang ada di Kabupaten Banggai.

“Mengapa harus diberikan ke puskesmas? Ya, karena petugas medis di puskesmas nantinya yang akan melakukan pendataan terhadap warga yang baru saja datang dari wilayah terpapar,” kata dr Anang.

Baca juga:  Gempa Kekuatan 5,8 SR Kembali Guncang Sigi

Ia menjelaskan saat ini jumlah alat pelindung diri (APD) untuk setiap puskesmas yang ada di Kabupaten Banggai sudah memadai. Setiap puskesmas mendapatkan lima sampai tujuh APD, pembagiannya berdasarkan wilayah pelayanan.

Dr Anang menjelaskan penggunaan APD juga diatur oleh Dinas Kesehatan yakni hanya digunakan di saat yang benar-benar dianggap perlu. Pasalnya, barang-barang tersebut masih sangat susah diperoleh.

“Setiap puskesmas akan menggunakan APD mereka akan berkoordinasi dengan Dinkes. Karena alat itu masih langka, tapi tim medis di lapangan juga butuh perlindungan dalam pendataan ODR yang masuk ke daerah ini,” terangnya.

Baca juga:  TMMD 108 jadi Berkah Tersendiri bagi Lansia Tiga Anak di Konawe Kepulauan

ODR yang dimaksud ialah Orang Dengan Risiko, kata dr Anang. Kategori ini digunakan bagi mereka yang datang dari wilayah terpapar namun tidak memiliki gejala apapun.

Sementara itu, Kadis Nakertrans  Helena Paedatu mengatakan bantuan sembako yang diterima tersebut akan disalurkan kepada para pekerja yang terdampak COVID-19 di Kabupaten Banggai. Mereka yang dirumahkan karena adanya pembatasan jam kerja tersebut nantinya akan diberikan bantuan sembako dari sumbangan perusahaan, selain sumbangan pemerintah.*

(van)