Dinkes Siapkan Alat Tes Corona untuk RSUD Luwuk, Cek Sampel tak Perlu ke Makassar

oleh -669 views
Dr. dr. Anang S. Otoluwa, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. [SANGALU/ Obormotindok]

SANGALU, Luwuk – Keseriusan Pemerintah Kabupaten Banggai dalam memerangi wabah Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) terus ditingkatkan. Selain menambah alokasi anggaran hingga 28,5 miliar dalam program penanggulangan wabah mematikan ini, pemerintah daerah juga tengah mengupayakan alat tes COVID-19 yang akan ditempatkan di RSUD Luwuk.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banggai, dr Anang S. Otoluwa mengemukakan, saat ini pemerintah daerah tengah melakukan pemesanan sejumlah alat kesehatan sebagai sarana pendukung pengecekan sampel pasien. Itu dilakukan untuk dapat memastikan apakah seseorang yang dipantau/pasien, masuk dalam kategori positif atau negatif COVID-19.

Melalui WhatsApp grup, dr Anang menjelaskan bahwa RSUD Luwuk sejatinya telah memiliki alat Test Cepat Molekuler (TCM). Hanya saja, untuk melakukan uji laboratorium terkait sampel seseorang bisa dinyatakan positif atau negatif COVID-19, masih diperlukan dua alat pendukung lainnya.

Baca juga:  Kunjungan Komisi 10 DPR RI, Bupati Banggai Paparkan Rencana Pengembangan Wisata

“Alat TCM yang dipunyai RS Luwuk dapat digunakan untuk memastikan COVID-19 ini. Tapi untuk itu perlu tambahan Biosafety Cabinet (BSC) dan Katriks-nya. Saat ini, Kemenkes sedang mengadakan katriks dan Dinkes Banggai sedang dalam proses pengadaan BSC dan katriks,” ungkapnya, Kamis (16/4) sore.

Meski begitu, Ia tak memastikan kapan alat-alat tersebut tiba di Kabupaten Banggai. Hanya saja, jika alat yang diperlukan tersebut sudah ada, maka kedepan dimungkinkan cek sampel pasien tergolong positif atau negatif COVID-19, tak perlu lagi ke Makassar, Sulawesi Selatan.

Baca juga:

Baca juga:  Kebakaran di Pelabuhan Ferry ASDP, Api Diduga Bermula dari Kapal Basarnas

Sebelumnya, Dinas Kesehatan tengah melakukan pemesanan 4000 Rapid Test dan 1000 TCM untuk mendukung upaya pencegahan penyebaran COVID-19 di Kabupaten Banggai.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai, dr. Anang S Otoluwa, menjelaskan, sejauh ini sudah ada 220 rapid test yang sudah ada dan siap digunakan oleh tim medis di daerah.

Rapid test adalah tes cepat dengan melakukan pemeriksaan terhadap antibodi. Sedangkan TCM, lebih pada tes anti gen virus. Kedua alat tes cepat tersebut akan diadakan untuk secepat mungkin dapat mengindentifikasi penyebaran virus mematikan itu di Kabupaten Banggai.

“Saat kita dianggarkan Rp1,4 miliar awal, kita sudah adakah APD dan beberapa rapid test. setelah ada penambahan, kita tambah lagi rapid test,” katanya seperti dilansir obormotindokcom, Rabu (15/4).

Baca juga:  Penuhi Syarat Ini Jika Berniat ke Kota Palu

Kedepan jika memungkinkan Dinas Kesehatan akan melakukan tes massal kepada masyarakat, khususnya mereka yang dalam status orang beresiko atau yang memiliki riwayat perjalanan dari daerah yang terpapar COVID-19.

Ia bahkan menyarankan, jika kedepan ada pihak-pihak yang ingin menyumbangkan kelebihannya dalam upaya mencegah penyebaran COVID-19, alat yang penting untuk disumbangkan adalah rapid test. Karena jika jumlah rapid test banyak, maka pemeriksaan massal akan lebih baik dilakukan.

“Biasa ada yang ingin menyumbang APD, namun sulit untuk mendapatkan. Kalau saya sarankan, jika sulit mendapatkan APD, lebih baik ganti dengan rapid test, itu juga sangat dibutuhkan,” pungkasnya.*

 

(gt/van)