Depresi, Ibu Tiga Anak Ditemukan Tewas Mengapung di Laut Kilo 8

oleh -7.682 views
Kerumunan warga saat membantu proses evakuasi korban tenggelam di laut Kilo 8, Kelurahan Tanjung Tuwis, Minggu (5/4). [SANGALU/ Ist]

SANGALU, Luwuk – Sosok mayat perempuan ditemukan mengapung di perairan Kecamatan Luwuk Selatan, Kabupaten Banggai menghebohkan warga Kelurahan Tanjung Tuwis, Minggu (5/4) pagi sekira pukul 09.00 Wita.

Jasad wanita yang belakangan diketahui bernama Sutriani (35), warga Desa Tolisu, Kecamatan Toili itu kemudian dievakuasi ke RSUD Luwuk untuk dilakukan visum et repertum.

Kapolres Banggai AKBP Budi Priyanto saat dihubungi mengonfirmasi kebenaran kejadian itu. Ia menjelaskan mayat perempuan itu ditemukan nelayan yang sedang memancing. Saat ditemukan Sutriani masih mengenakan baju kaos berwarna hijau dan celana pendek.

Noprianto (40), suami korban saat dimintai keterangan mengungkapkan bahwa Ia dan istrinya berangkat ke Luwuk pada hari Sabtu (4/4) untuk berobat. Sesampainya di Luwuk, mereka menginap di rumah kerabat di Keluraha Maahas.

Baca juga:  Serang Polisi, Dua OTK di Poso Tewas Tertembak saat Melarikan Diri ke Hutan

Belum lama di situ, Sutriani menghilang dan kemudian dikabarkan warga istrinya terlihat menuju laut. Noprianto sempat panik, sebab istrinya itu tidak bisa berenang. Ia dan warga kemudian melakukan upaya penyelamatan kepada istrinya yang sudah mulai tenggelam.

Berbekal pelampung yang diberikan warga, Noprianto berhasil menarik istrinya yang sudah tak sadarkan diri. Sutriani dilarikan ke Puskesmas Simpong dan mendapatkan perawatan medis.

Usai mendapatkan perawatan, keduanya kembali lagi ke rumah kerabat di Kelurahan Maahas. Entah apa yang ada di fikirannya, subuh sekira pukul 02.00 Wita, Sutriani kembali menghilang.

Noprianto kembali mencari keberadaan istrinya, namun hingga pagi hari belum juga ditemukan. Baru sekira pukul 08.00 Wita seorang nelayan yang sedang mencari ikan mengabarkan bahwa telah melihat sesosok mayat terapung di perairan Kelurahan Tanjung Tuwis.

Baca juga:  Koordinasi Dinas PU, Kapolres Banggai: Alat Berat Menuju TKP

Baca juga:

Sutriani (35), korban tenggelam di laut Kilometer 8, Kelurahan Tanjung Tuwis, Kecamatan Luwuk Selatan saat dievakuasi ke darat, Minggu (5/4). [SANGALU/ Ist]
Informasi itu kemudian disampaikan ke anggota Polsek Luwuk. Bersama petugas KPLP, anggota Polsek Luwuk berangkat ke lokasi menggunakan speedboat untuk melakukan evakuasi. Setibanya di darat, Noprianto kemudian membenarkan bahwa jasad perempuan itu adalah istrinya.

Namun untuk memastikan penyebab kematian korban, polisi tetap membawa jasadnya ke RSUD Luwuk untuk dilakukan visum et repertum. Dari laporan hasil pemeriksaan dokter, tidak ditemukan adanya tanda-tanda atau luka akibat kekerasan.

“Keterangan suami korban bahwa sejak empat bulan terakhir istrinya kerap stress dan depresi. Bahkan, beberapa kali melakukan upaya percobaan bunuh diri,” ungkap AKBP Budi Priyanto seperti dilansir kabarluwukcom.

Budi menjelaskan dari keterangan suaminya, Sutriani pernah mencoba menenggelamkan diri namun berhasil digagalkan. Pernah juga mencoba mengiris pergelangan tangannya tapi berhasil diselamatkan.

Baca juga:  Anak Balita Perempuan Ditemukan Mengapung di Pantai Kilo Satu

Kapolres Banggai mengungkapkan korban bersama suaminya datang ke Luwuk untuk melakukan pengobatan atas sakit yang diderita Sutriani. Korban diketahui memiliki tiga orang anak balita, satu diantaranya baru berusia empat bulan.

Budi mengatakan, besar kemungkinan korban meninggal akibat tidak bisa berenang saat menyeburkan diri ke laut. Pihak keluarga sendiri mengaku telah menerima kepergian Sutriani setelah dilakukan visum et repertum oleh petugas medis RSUD Luwuk.

“Selanjutnya, pihak keluarga akan membawa korban ke kampungnya untuk dikebumikan,” tutupnya.*

(van)