Demam dan Sesak Nafas, Sekeluarga dari Masama Masuk Ruang Isolasi RSUD Luwuk

oleh -5.908 views
Petugas medis di Ruang Isolasi Khusus COVID-19 RSUD Luwuk saat melaksanakan perawatan WNA asal Perancis beberapa waktu lalu. [SANGALU/ Steven Pontoh]

SANGALU, Luwuk – Sekeluarga dari Kecamatan Masama dikabarkan masuk ruang isolasi COVID-19 yang ada di RSUD Luwuk karena keluhan demam, sesak nafas dan batuk, Kamis (16/4) malam.

Informasi yang beredar lewat pesan singkat WhatsAPP adanya pasien sekeluarga asal Masama tersebut, turut dibenarkan oleh Direktur RSUD Luwuk, dr Yusran Kasim. Ia membenarkan jika saat ini memang tengah dilakukan perawatan terhadap sekeluarga asal Masama dengan keluhan demam dan sesak nafas.

“Iya benar,” jawabnya singkat kala ditanyakan terkait informasi satu keluarga asal Masama di ruang isolasi RSUD Luwuk, Jumat (17/4) siang.

Baca juga:  Jadi Rujukan Nasional, RSUD Luwuk Siap Tangani Covid-19

Meski begitu, dr Yusran Kasim tak menjelaskan secara detail terkait kronologis hingga mereka mengalami keluhan demam dan sesak nafas. Ia hanya mengatakan bahwa saat ini tengah dilakukan penanganan dengan pengambilan foto rontgen dan hasil scan dari para pasien ini.

“Kita masih menunggu hasil scan dan foto ro-nya. Selanjutnya nanti biar jubir (COVID-19) yang jelaskan,” kata Yusran.

Baca juga:

Baca juga:  Pastikan Bebas Narkoba, Kejaksaan Laksanakan Tes Urine

Diketahui dalam pesan singkat WhatsApp yang beredar disebutkan terdapat setidaknya 7 orang dalam satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan anak-anaknya harus mendapatkan perawatan khusus.

Mereka masuk dengan keluhan demam dan sesak nafas, usai si ibu berbelanja dan berinteraksi langsung dengan seorang penjual karpet keliling.

“Hati-hati ada mas/daeng penjual karpet ba tawarkan e, ini ada pasien ODP 7 orang dari bagian Tangeban (Masama) masuk satu keluarga. Karena mamanya kontak dengan itu daeng penjual karpet. Habis itu, beberapa hari kemudian mereka satu keluarga demam, sesak nafas dan batu-batuk. Ini sementara dirawat di ruang isolasi,” demikian bunyi pesan singkat yang beredar.

Baca juga:  Kepergok Hadiri Deklarasi Paslon Gubernur, Dosen Untad Dilaporkan ke KASN

Belum ada penjelasan resmi dari Juru Bicara Percepatan Penanggulangan COVID-19 Kabupaten Banggai terkait informasi ini. Jubir Nurmasita Datu Adam saat coba dikonfirmasi belum terhubung. Demikian pula dengan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai, dr Anang S. Otoluwa.*

(van)