Bupati Banggai : Yang Persoalkan, Tak Punya Hati Nurani

oleh -229 views
Bupati Banggai menjawab sorotan Fraksi Golkar tentang pembangunan kawasan Tandalo Hills, saat rapat paripurna LKPJ 2019, Selasa (21/4) kemarin. (foto : Ist/SANGALU)

SANGALU, Luwuk – Pembangunan kawasan Tandalo Hills yang terletak di desa Molino, Luwuk Timur, mencuat dalam sidang Paripurna LKPJ 2019, Selasa (21/4) kemarin.

Hal itu setelah fraksi Golkar melalui Irwanto Kulab, mempertanyakan sejauh mana program yang tercover dalam penggunaan APBD 2019 itu, terekam dalam tahapan perencanaan pemerintah daerah. Seperti dalam Musrembang, RKPD, KUA-PPAS, hingga RAPBD dan penetapan APBD.

“Kita (DPRD Banggai) membutuhkan penjelasan soal Tandalo Hills. Karena ini sempat ramai di media kemarin,” sebut Irwanto Kulab, dalam sidang paripurna via video conference.

Baca juga:  Patah Kemudi, KM Lapolo Ekspress Nyaris Karam
Kawasan pembangunan Tandalo Hills di desa Molino, Luwuk Timur

Menjawab sorotan yang dilontarkan itu, Bupati Banggai H Herwin Yatim meminta agar program pengembangan kawasan Tandalo Hills, tidak dilihat secara sempit. Karena menurutnya, hanya orang-orang yang tidak paham tentang kebutuhan pendidikan di daerah, yang akan mempersoalkannya.

“Tandalo Hills kita khususkan untuk menampung mereka yang membutuhkan perlakukan khusus. Anak-anak dengan keterbelakangan mental dan yang terlantar karena suatu alasan,” tegas Bupati.

Kabupaten Banggai sendiri, sejauh ini diungkapkan Bupati jika nilai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) masih berada dalam jajaran 4 terendah se Sulteng. Sehingga keinginan pemerintah daerah, pendidikan di kabupaten Banggai bisa bersaing dan unggul ketimbang daerah lain.

Baca juga:  Diduga Akibat Api Rokok, Tiga Petak Kosan Ludes Terbakar

“Kemudian ada tawaran lahan dari pak wakil bupati (yang kini menjadi kawasan Tandalo Hills), untuk dikelola sebagai sarana pendidikan. Saya rasa ini sangat baik,” lanjutnya.

Kawasan Tandalo Hills di desa Molino, Luwuk Timur

Kini digunakan untuk menampung dan memberikan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus (terbelakang mental dan terlantar), Bupati Banggai kemudian dengan tegas kembali melayangkan pertanyaan dari sisi apa, program ini dicurigai.

“Jika program ini dipersoalkan karena menampung anak-anak kita, dimana letak hati nurani kita? Silahkan koreksi jika memang ingin dikoreksi. Tapi harus jelas dari sisi apa yang harus dikoreksi,” tandasnya. *

Baca juga:  Herwin Klaim Lebih Saluan dari Orang Saluan

(jay)