Belum Selesaikan Sewa Alat Berat, CV Indo Mario Dinilai Tak Peduli Kondisi Ekonomi Pekerja

oleh -130 views
Belum menerima hak jasa kerjanya, operator alat berat yang disewakan ke aktifitas perusahaan tambang, uring-uringan memikirkan nasib. Nampak, pihak CV Indo Mario sebagai pihak penyewa, saat memberikan keterangan terkait masalah ini, Selasa (21/4) kemarin. (foto : Sangalu)

SANGALU, Luwuk – Seorang pekerja yang menjadi operator alat berat di salah satu kawasan pertambangan nikel di kabupaten Banggai, Selasa (21/4) kemarin, mengeluhkan kondisinya.

Tercekik secara ekonomi di masa pendemi Covid-19, sekaligus menghadapi Ramadan dua hari ke depan, haknya selama beberapa bulan belum diberikan oleh pemilik alat berat, tempatnya bekerja.

“Tolong saya pak. Anak istri saya mau makan apa di situasi seperti ini. Mereka seperti tidak peduli dengan kondisi kami pekerja,” sebut operator alat berat itu.

Baca juga:  Pemdes Taugi Gelar Peningkatan Kapasitas Pengurus Karang Taruna

Mencoba menghubungi pemilik alat berat tempat operator tersebut bekerja, sang pemilik yang bernama Rolin Raymond Tanak, mengakui bahwa sudah beberapa bulan dirinya belum mampu memberikan hak jasa kepada pekerjanya.

Hal itu dikarenakan pihak penyewa alat berat, juga belum membayarkan sewa alat yang selama ini digunakan di salah satu kawasan pertambang nikel.

“Bagaimana kami bisa bayar gaji mereka pak. Sewa alat kami hingga saat ini masih belum dibayarkan. Kami juga sudah melakukan penagihan, namun selalu diberikan janji,” sebut Rolin, yang mengakui jika besaran sewa yang belum dibayarkan mencapai Rp 241 juta.

Baca juga:  Gempa Kekuatan 5,8 SR Kembali Guncang Sigi

Diketahui, alat berat berupa excavator 320D milik Rolin tempat operator ini bekerja, disewa oleh CV Indo Mario. Salah satu rekanan (sub kont) perusahaan pertambangan nikel di wilayah kecamatan Bunta.

Awak media ini kemudian menghubungi langsung pihak CV Indo Mario, di kantornya yang terletak di kelurahan Tombang Permai.

Oleh Jefri, pihak managemen CV Indo Mario, membenarkan jika pembayaran sewa alat milik Rolin Raymond Tanak, memang belum bisa diselesaikan.

“Kami telah meminta kesabaran untuk diselesaikan. Kami masih berusaha untuk bisa segera diselesaikan. Kemungkinan mengapa seperti ini, karena pihak perusahaan tambang juga belum membayarkan jasa kami,” ucap Jefri, pihak CV Indo Mario. *

Baca juga:  11 Smelter di Sulteng Justru Rugikan Daerah

(jay)