1.013 Orang Masuk Banggai dari Zona Merah, 25 Mengaku Pernah Kontak dengan ODP/PDP

oleh -3.726 views
Sebanyak 25 dari 1.013 orang yang masuk Banggai dari wilayah terpapar COVID-19 mengaku pernah kontak dengan ODP/PDP/Positif di daerah asal kedatangan. [SANGALU/ Dinkes Banggai]

SANGALU, Luwuk – Sebanyak 1.013 orang tercatat telah masuk ke wilayah Kabupaten Banggai dari wilayah terpapar atau zona merah Corona Virus Disease (COVID-19) hingga Senin, (6/4) kemarin.

Jumlah itu berdasarkan info grafis yang disajikan Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai hingga pukul 18.00 Wita, kemarin.

Dari total 1.013 orang, 25 diantaranya mengaku pernah melakukan kontak langsung dengan ODP/PDP/Positif yang ditetapkan daerah asal kedatangan.

Sementara, 86 orang lainnya menyatakan mungkin saja pernah kontak namun mereka tidak menyadarinya. Kemudian 902 orang lainnya menegaskan walau berasal dari zona merah mereka tidak pernah melakukan kontak dengan ODP/PDP/Positif COVID-19.

Baca juga:  Kapolres Banggai Cek Ranmor untuk Maksimalkan Kinerja Anggota

Baca juga:

Grafis Dinkes terkait jumlah dan tindakan terhadap orang masuk wilayah Kabupaten Banggai dari zona merah, Senin (6/4). [SANGALU/ Dinkes Banggai]
Data tersebut merupakan hasil pemantauan tim gugus tugas terhadap mereka yang masuk ke wilayah Kabupaten Banggai, melalui jalur darat (Toili Barat dan Nuhon), udara dan jalur laut.

Tak hanya itu, jika dilihat dari persentase daerah asal kedatangan warga tersebut antara lain; dari Makasar sebanyak 22 persen (terbanyak), dari Yogyakarta 13 persen, Palu 15 persen, Manado 12 persen, Jakarta 6 persen, Gorontalo 4 persen, Malang 3 persen dan Surabaya 2 persen.

Dari total 1.013 orang itu, sebanyak 72 persen diberikan tindakan disinfektan saat tiba, dan sebanyak 28 persen tidak diberikan tindakan disinfektan.

Baca juga:  Kabupaten Banggai Dilibatkan Kegiatan KPK dan Kemendagri RI

Jika dilihat dari alamat tujuan, sebanyak 1.013 orang yang datang itu beralamat di 23 kecamatan yang ada di Kabupaten Banggai.

Namun jumlah terbanyak berada di 4 kecamatan, yakni Toili Barat sebanyak 191 orang, Luwuk 171 orang, Batui Selatan 143 orang, dan Mantoh 133 orang.

Dilihat dari usia, warga yang datang dari zona merah ini didominasi oleh kaula muda, dengan rentan usia 19-24 tahun. Namun, usia 20 tahun menduduki posisi teratas dengan jumlah 158 orang, usia 19 tahun sebanyak 138 orang dan posisi ketiga dengan jumlah 111 orang masih berusia 21 tahun.*

Baca juga:  Hendak Cari Sayuran di Tepi Sungai, Pasangan Suami Istri Diterkam Buaya

 

 

(van)